Dukung Mandat Prabowo, BRI Siapkan Akses Pembukaan Rekening

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) berkomitmen memperluas akses pembuatan rekening perbankan hingga ke pelosok guna mendorong inklusi keuangan.

oleh Arief Rahman HDiterbitkan 08 September 2026, 14:30 WIB
Memanfaatkan jaringan kantor, agen BRILink, dan aplikasi BRImo, BRI siap memfasilitasi arahan Presiden Prabowo. (Dok BRI)

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto mendorong agar seluruh masyarakat memiliki rekening bank masing-masing. Menindaklanjuti arahan tersebut, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) berkomitmen menjaga ketersediaan akses pembuatan rekening bagi masyarakat di seluruh wilayah Indonesia.

Direktur Utama BRI, Hery Gunardi, menegaskan dukungannya terhadap kebijakan Presiden serta siap berkoordinasi dengan pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan terkait untuk mempersiapkan langkah implementasinya.

"BRI menyambut baik dan siap mendukung arahan Bapak Presiden untuk semakin memperluas kepemilikan rekening masyarakat Indonesia. Bagi kami, ini bukan semata-mata tentang membuka rekening, melainkan bagaimana memastikan semakin banyak masyarakat dapat masuk ke dalam ekosistem keuangan formal serta memperoleh akses terhadap layanan keuangan,” ujar Hery dalam keterangan resminya, Selasa (8/9/2026).

Menurut Hery, perluasan kepemilikan rekening merupakan fondasi penting untuk meningkatkan inklusi keuangan sekaligus memperkuat efektivitas berbagai program pemerintah. Dengan masyarakat yang terkoneksi ke dalam sistem perbankan, penyaluran program bantuan atau insentif pemerintah ke depan dapat dilakukan secara lebih cepat, transparan, dan efisien.

 

BRI Punya Kapabilitas

Ilustrasi pelayanan Bank Rakyat Indonesia.

Berdasarkan data pemerintah, tingkat inklusi keuangan di Indonesia saat ini telah mencapai 93,62% dengan tingkat literasi sebesar 69,57%. BRI memiliki kapabilitas serta infrastruktur yang kuat untuk mendukung perluasan akses tersebut. Hingga akhir triwulan II-2026, BRI tercatat memiliki 131 juta nasabah individual.

Kapabilitas tersebut ditopang oleh 7.377 unit jaringan kantor, 637 ribu e-channel, 1,13 juta Agen BRILink yang telah menjangkau lebih dari 60 ribu desa, serta ekosistem digital melalui super app BRImo yang hingga triwulan II-2026 telah digunakan oleh 49,7 juta pengguna.

Jaringan Perbankan Menjangkau MasyarakatKombinasi jaringan fisik, agen, dan kanal digital menjadi kekuatan utama BRI untuk menjangkau masyarakat, termasuk kelompok yang selama ini memiliki keterbatasan akses terhadap kantor bank maupun layanan keuangan formal.

“BRI memiliki pengalaman panjang dalam melayani masyarakat hingga ke segmen ultramikro dan wilayah pelosok. Infrastruktur yang kami miliki, mulai dari jaringan kantor, e-channel, Agen BRILink hingga BRImo, akan terus kami optimalkan sehingga layanan perbankan semakin dekat, mudah, dan relevan bagi seluruh lapisan masyarakat,” tutur Hery.

Ia menambahkan, perluasan akses pembukaan rekening ini harus diimbangi dengan edukasi dan peningkatan literasi keuangan agar masyarakat memahami manfaat layanan perbankan serta semakin terbiasa bertransaksi secara digital.

 

Hidupkan Aktivitas Ekonomi

Foto dok. BRI

Hery menilai perluasan kepemilikan rekening memiliki dampak strategis terhadap penguatan ekonomi kerakyatan. Semakin luas masyarakat yang masuk ke dalam ekosistem keuangan formal, semakin besar pula peluang untuk membangun aktivitas ekonomi yang inklusif dan terdigitalisasi.

Bagi pelaku usaha mikro dan UMKM, rekening perbankan tidak hanya berfungsi sebagai sarana menyimpan dana, melainkan juga menjadi bagian dari rekam jejak transaksi yang mendukung akses terhadap permodalan serta layanan keuangan lainnya.

Di sisi lain, pemanfaatan sistem pembayaran digital seperti QRIS dapat semakin mengintegrasikan masyarakat dan pelaku UMKM ke dalam ekosistem ekonomi digital. Pemerintah sendiri menjadikan penggunaan QRIS sebagai salah satu pilar utama untuk mengoptimalkan peningkatan inklusi keuangan nasional.

“BRI memandang arahan Presiden ini sebagai langkah strategis untuk memperkuat fondasi ekonomi kerakyatan. Ketika masyarakat memiliki akses terhadap rekening dan aktif menggunakannya, kita bukan hanya memperluas inklusi keuangan, melainkan juga membuka akses yang lebih besar terhadap aktivitas ekonomi formal dan berbagai kesempatan untuk meningkatkan kesejahteraan,” pungkas Hery.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya