UBS dan Jane Street Punya Kepemilikan Gabungan ETF Hyperliquid Rp 1,3 Triliun

Sejumlah lembaga keuangan memegang ETF Hyperliquid Amerika Serikat.

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 07 September 2026, 18:06 WIB
Token HYPE milik Hyperliquid. (Ilustrasi by AI)

Liputan6.com, Jakarta - UBS, Bank of Montreal dan Jane Street telah mengungkapkan kepemilikan dalam ETF Hyperliquid Amerika Serikat (AS). Hal itu berdasarkan tinjauan Bloomberg Intelligence terhadap laporan kepemilikan triwulanan pertama dana itu.

Mengutip the block, Senin, (7/9/2026), Wealth High Governance Asset Management melaporkan, kepemilikan saham senilai hampir US$ 24 juta atau Rp 423,70 miliar (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 17.650) pada dana HYPE milik 21Shares pada akhir Juni. Angka itu menempatkan perusahaan ini di atas UBS, Bank of Montreal dan Jane Street dalam daftar yang diterbitkan pada Jumat pekan ini oleh Analis ETF Bloomberg Intelligence, james Seyffart.

"Awal pekan ini, saya meninjau ETF Hyperliquid dan laporan 13F mereka,” tulis Seyffart di platform X, dahulu bernama Twitter.

Dokumen pelaporan Wealth High Governance menunjukkan kepemilikan 632.614 saham ETF 21Shares senilai US$ 23.948.236 atau Rp 422,79 miliar per 30 Juni. Nama berikutnya dalam daftar Seyffart, OLP Capital Management, memiliki eksposur senilai US$ 10,5 juta atau Rp 185,37 miliar.

Dengan nilai US$ 7,5 juta atau Rp 132,40 miliar, UBS menempati peringkat ketiga. Bank of Montreal berada di posisi keempat dengan nilai US$ 6,7 juta atau Rp 118,28 miliar. Lalu Jane Street berada di posisi kelima dengan nilai US$ 4,4 juta atau Rp 77,67 miliar. Daftar itu juga mencantumkan Discovery Capital, Brevan Howard, Balyasny dan Boothbay.

Sedangkan untuk nilai lebih kecil mencakup US$ 22.068 atau Rp 389,59 juta dari Royal Bank of Canada dan US$ 1.103 atau Rp 19,47 juta dari Tower Research Capital.

Wealth High Governance, OLP, UBS, BMO, dan Jane Street secara keseluruhan melaporkan nilai kepemilikan sebesar US$ 53 juta atau Rp 935,68 miliar. Mereka mencakup 70,8% dari total US$ 74,9 juta atau Rp 1,32 triliun, berdasarkan angka-angka dalam tabel Bloomberg.

 

21Shares Meluncurkan ETF Hyperliquid

Token HYPE milik Hyperliquid. (Ilustrasi by AI)

Laporan kuartal kedua tidak mencakup penjualan yang terjadi setelah periode tersebut, dan kepemilikan bank bisa saja mencakup dana milik klien. Perusahaan perdagangan juga mungkin memiliki posisi lindung nilai (hedging) terhadap saham-saham tersebut.

Manajer investasi umumnya wajib mengajukan laporan 13F setelah memenuhi ambang batas US$ 100 juta atau Rp 1,76 triliun untuk sekuritas yang memenuhi syarat, sehingga laporan ini tidak mencerminkan jumlah total investor ETF.

21Shares adalah pihak pertama yang meluncurkan ETF Hyperliquid ke pasar pada 12 Mei dengan kode THYP. BHYP milik Bitwise mulai diperdagangkan tiga hari kemudian, sementara Grayscale meluncurkan HYPG pada 3 Juni. Investor dapat membeli saham dana tersebut melalui rekening pialang untuk mendapatkan eksposur terhadap token HYPE milik Hyperliquid.

 

Arus Dana Masuk

Aset kripto Bitcoin, Altcoin, hingga Meme Coin. (Ilustrasi By AI)

Menurut data SoSoValue, dana-dana tersebut telah mencatatkan arus masuk bersih sebesar US$ 356,58 juta atau Rp 6,3 triliun sejak peluncuran hingga 4 September. Arus masuk sebesar US$ 10,52 juta atau Rp 185,72 triliun pada Jumat seluruhnya masuk ke BHYP milik Bitwise. Ketiga dana tersebut memiliki aset bersih senilai US$ 480,86 juta atau Rp 8,48 triliun pada saat penutupan.

Hyperliquid adalah bursa terdesentralisasi yang dibangun di atas blockchain-nya sendiri, yang paling dikenal karena layanan perpetual futures, yaitu kontrak tanpa tanggal kedaluwarsa. Ketentuannya saat ini membatasi akses bagi pengguna AS, meskipun pemerintahan Trump telah menyatakan keinginannya untuk menghadirkan platform tersebut ke negara itu.

Sebagaimana dilaporkan oleh The Block pada hari Jumat, Payward, perusahaan induk Kraken sedang bekerja sama dengan CFTC terkait akses ke kontrak perpetual tertentu yang terhubung dengan Hyperliquid melalui bursa teregulasi, Bitnomial. Langkah ini dapat memberikan produk tersendiri bagi pelanggan AS yang memanfaatkan infrastruktur Hyperliquid, tanpa harus membuka akses ke platform utamanya bagi mereka. Struktur akhirnya belum diumumkan.

 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya