Liputan6.com, Washington D.C - Salah satu insiden ikonik dalam sejarah adalah ketika astronaut Buzz Aldrin, orang kedua yang menginjakkan kaki di bulan, meninju seseorang pada 9 September 2002.
Dikutip dari History.com, Rabu (9/9/2026), hal ini terjadi saat ia sedang berjalan di luar hotel Beverly Hills ketika seseorang yang percaya akan teori konspirasi mulai mengganggunya dan menuduh Aldrin berbohong tentang pendaratan Apollo 11 di Bulan. Karena kesal, Aldrin meninju wajah orang yang mengganggunya itu.
Advertisement
"Anda yang berkata bahwa Anda berjalan di bulan padahal pada kenyataannya tidak," tutur pria tersebut yang bernama Bart Sibrel kepada Aldrin saat ia berjalan melewati kru yang sedang merekam gambar di luar Hotel Luxe.
Aldrin pun membalas ucapan tersebut dengan nada marah. "Bisakah Anda menjauh dari saya?" kata dia kepada pria tersebut saat insiden yang terekam dalam video.
Sibrel menjawab, "Anda pengecut, pembohong, dan pencuri."
Aldrin yang saat itu berumur 72 tahun menonjok Sibrel di rahangnya.
Di tengah insiden yang diliput luas tersebut, Sibrel, yang telah berulang kali mengganggu astronaut Apollo, bahkan menodongkan Alkitab ke wajah Aldrin dan memintanya bersumpah di atas Alkitab tersebut bahwa pendaratan di Bulan itu nyata dan bahwa Aldrin benar-benar pernah berjalan di permukaan bulan.
Mantan astronaut tersebut dibujuk untuk datang ke hotel dengan alasan wawancara untuk sebuah acara televisi anak-anak, lalu Sibrel menghampirinya.
Sibrel mencoba untuk menuntut Aldrin atas perilakunya, tapi pengadilan menolak dan menyebut Sibrel sebagai pihak yang memicu kejadian tersebut.
Peringatan Ke-50 Pendaratan Apollo 11
Pada 2019, liputan berita yang luas tentang peringatan ke-50 pendaratan di Bulan pada 20 Juli 1969 membangkitkan kembali kenangan tentang insiden aneh pada tahun 2002 dan pembicaraan tentang Sibrel.
Ketika Aldrin ditanya tentang Sibrel dan para pengikut teori konspirasi yang setuju dengannya berkata kepada Fox News “Sejujurnya, saya tidak menanggapi mereka sama sekali. Mereka hanya ingin mencari ketenaran untuk diri sendiri.”
Sementara itu, Sibrel, seorang pria asal Tennessee yang membuat tiga film independen dengan biaya seadanya untuk membuktikan keyakinannya tetap bersikeras bahwa pendaratan Apollo 11 di Bulan tahun 1969 silam adalah palsu, tepat pada peringatan ke-50 peristiwa bersejarah tersebut.
Pendaratan di Bulan tahun 1969 itu sudah menjadi perbincangan teori konspirasi lebih dari setengah abad. Para pengikutnya mengklaim bahwa NASA memalsukan peristiwa tersebut demi agenda penipuan yang jahat.
Roger Launius, seorang kepala sejarawan NASA berkata kepada The Washington Post bahwa sekitar lima sampai enam persen orang Amerika percaya teori yang menyatakan pendaratan di bulan itu palsu.