KPID DKI Dorong TV dan Radio Jadi Rujukan Informasi di Tengah Erupsi Anak Krakatau

KPID DKI meminta lembaga penyiaran memperkuat informasi kebencanaan.

oleh Pebrianto Eko WicaksonoDiterbitkan 07 September 2026, 11:52 WIB
Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda, Banten. (Liputan6.com/ Yandhi Deslatama)

Liputan6.com, Jakarta - Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Provinsi DKI Jakarta mengimbau lembaga penyiaran televisi dan radio memperkuat informasi kewaspadaan, menyusul dampak abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau yang dirasakan di wilayah Jakarta.

Ketua KPID DKI Jakarta Ahmad Sulhy mengatakan televisi dan radio memiliki peran penting dalam memberikan kepastian informasi kepada masyarakat, terutama dalam situasi kebencanaan yang membutuhkan kecepatan sekaligus ketepatan informasi.

“Dalam situasi seperti ini, masyarakat membutuhkan informasi yang akurat, terverifikasi, dan memberikan panduan. Kecepatan pemberitaan harus tetap diiringi kehati-hatian agar informasi yang disampaikan tidak justru menimbulkan kepanikan,” kata Sulhy, di Jakarta, Senin (7/9/2026).

Imbauan tersebut sejalan dengan langkah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam mengantisipasi dampak abu vulkanik, antara lain melalui pemantauan kualitas udara, pelaksanaan water mist, penerapan pembelajaran jarak jauh (PJJ), serta imbauan penggunaan masker dan pembatasan aktivitas di luar ruangan.

KPID DKI Jakarta meminta lembaga penyiaran mengutamakan informasi yang bersumber dari institusi berwenang, seperti Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, BMKG, BPBD, PVMBG/Badan Geologi, BNPB, serta instansi terkait lainnya.

Lembaga penyiaran juga diharapkan menghadirkan narasumber yang kompeten dan memastikan informasi dari media sosial telah melalui proses verifikasi sebelum disiarkan kepada publik.

Menurut Sulhy, prinsip tersebut sejalan dengan Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3SPS), khususnya mengenai akurasi informasi dan ketentuan peliputan bencana.

“Televisi dan radio tidak cukup hanya memberitakan apa yang terjadi. Dalam situasi kebencanaan, ruang siar harus menjadi bagian dari mitigasi dengan menghadirkan informasi yang memberi arah, membangun kewaspadaan, dan menjaga ketenangan masyarakat,” kata Sulhy.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya