Liputan6.com, Lombok - Putri Mahkota Swedia Victoria, selaku Duta Kehormatan UNDP, menghabiskan dua hari di Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB), pada 5-6 September 2026.
Selama berada di NTB, Victoria mengunjungi sejumlah lokasi yang menjadi penerima dukungan UNDP. Mulai dari UPTD Bale KITA di Kawasan Barat Islamic Center NTB, SMK Negeri 1 Pemenang, Puskesmas Pemenang, hingga Gili Meno untuk melakukan penanaman terumbu karang.
Advertisement
Victoria juga berdialog langsung dengan masyarakat di Desa Adat Bayan. Namun, di balik padatnya agenda tersebut, ada sisi menarik lain yang ikut menjadi perhatian, yakni berbagai makanan lokal yang dicicipi Victoria selama berada di Lombok.
Salah satunya adalah ubi. Saat berada di Desa Adat Bayan, Victoria terlihat menikmati sajian ubi yang disiapkan masyarakat sambil berdialog dengan warga. Makanan sederhana berbahan pangan lokal itu menjadi bagian dari perjumpaan Victoria dengan masyarakat dan budaya setempat.
Disambut Sajian Berbahan Lokal
Kecintaan terhadap pangan lokal juga terlihat sejak Victoria tiba di NTB.
Saat baru tiba di Bandara Lombok Praya, Victoria disambut dengan sejumlah hidangan yang mengangkat bahan pangan yang tumbuh dan diproduksi masyarakat setempat.
Menu penyambutan tersebut antara lain Nanasku, Sate Ikan Khas Lombok Utara, Brownies Tape Creme, Sparkling Water, Chilled Herb Tea, Tempe Beef Falafel, Steamed Local Roots, serta Tropical Fruit Cup.
Beragam sajian tersebut menggunakan bahan pangan lokal, mulai dari ikan, tempe hingga berbagai jenis umbi-umbian.
Sajian itu menjadi pembuka perjalanan kuliner Victoria selama berada di NTB sebelum ia kemudian menikmati sejumlah makanan khas Lombok dalam agenda makan siang.
Cicipi Kuliner Khas Lombok
Victoria dan rombongan menikmati makan siang di restoran Dapoer Sasak dengan berbagai sajian khas Lombok.
Untuk hidangan pembuka, tersedia urap yang terdiri dari kacang panjang segar, kubis, kacang tanah, dan tauge. Berbagai bahan tersebut dicampur dengan kelapa parut berbumbu.
Selain urap, tersedia pula sayur lembain yang merupakan perpaduan bayam, jagung manis, dan labu kuning yang dimasak menggunakan bumbu khas Lombok.
Menu kemudian dilanjutkan dengan sejumlah hidangan utama yang menjadi kuliner khas daerah tersebut.
Victoria dan rombongan disuguhi sate Rembiga, Ayam Taliwang, serta gurame steam.
Sate Rembiga merupakan sate sapi yang dimarinasi menggunakan bumbu khas Rembiga. Sementara Ayam Taliwang menjadi salah satu kuliner ikonis Lombok berupa ayam bakar yang dibalur cabai, bawang merah, dan terasi.
Adapun gurame segar disajikan dengan cara dikukus menggunakan saus jeruk nipis dengan sedikit sentuhan rasa pedas.
Sebagai hidangan penutup, rombongan menikmati buah-buahan tropis lokal berupa semangka, pepaya, dan nanas.
Dari Ubi hingga Ayam Taliwang
Perjalanan kuliner Victoria di NTB pun memperlihatkan beragam wajah pangan lokal Lombok. Dari ubi yang dinikmati sambil berbincang dengan masyarakat Desa Adat Bayan, hingga sajian khas seperti sate Rembiga dan Ayam Taliwang.
Berbagai makanan tersebut hadir di tengah rangkaian kunjungan Victoria yang menyentuh sejumlah isu, mulai dari pemberdayaan masyarakat, pendidikan, layanan kesehatan, konservasi laut, hingga pelestarian hutan dan budaya.
Selama dua hari di NTB, Victoria tidak hanya mengunjungi berbagai lokasi penerima dukungan UNDP, tetapi juga berinteraksi langsung dengan masyarakat dan mengenal lebih dekat potensi pangan lokal yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Lombok.