Erupsi Anak Krakatau, Kapal Dilarang Mendekat Radius 3 Km di Selat Sunda

Kemenhub larang kapal mendekati kawah aktif dalam radius 3 km. Nakhoda diminta waspadai potensi gangguan navigasi.

oleh Arief Rahman HDiterbitkan 06 September 2026, 11:22 WIB
Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda, Banten. (Liputan6.com/ Yandhi Deslatama)

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Perhubungan mengimbau seluruh kapal yang berlayar di perairan Selat Sunda untuk menjaga jarak aman pascaerupsi Gunung Anak Krakatau. Kapal dilarang keras mendekat dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif.

Larangan tersebut tertuang dalam Pengumuman Resmi Nomor PG-KSOP.Btn 14 Tahun 2026, menyusul penetapan status Gunung Anak Krakatau yang berada pada Level III (Siaga).

Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Banten, Raden Yogie Nugraha, meminta seluruh kapal yang melintas untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bahaya vulkanik maupun gangguan navigasi.

"Kapal dilarang mendekati kawasan dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif Gunung Anak Krakatau selama status Level III (Siaga) masih berlaku," tegas Raden Yogie dalam keterangan resminya, Minggu (6/9/2026).

Para nakhoda diminta terus memantau perkembangan informasi resmi dari PVMBG, BMKG, BPBD, serta instansi terkait. Perencanaan pelayaran juga harus memperhitungkan arah sebaran abu vulkanik dan kondisi cuaca di perairan. 

"Apabila ditemukan indikasi bahaya yang mengganggu keselamatan pelayaran, nakhoda harus segera mengambil tindakan penghindaran dan melaporkannya ke Vessel Traffic Service (VTS), Stasiun Radio Pantai, atau Syahbandar terdekat," imbaunya.

Penyeberangan Merak-Bakauheni Masih Normal

Sebuah kapal saat mengangkut pemudik dari Pelabuhan Merak menuju Bakauheni, Lampung Selatan, Sabtu (30/4/2022). Mudik via kapal laut merupakan salah satu transportasi yang hingga kini masih favorit digunakan warga Indonesia untuk pulang ke kampung halaman, salah satunya adalah rute Merak-Bakauheni. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Raden Yogie mengingatkan seluruh penyelenggara pelayaran untuk tetap mengutamakan aspek keselamatan sesuai aturan yang berlaku.

Meski ada pembatasan radius di sekitar kawah, ia memastikan jalur penyeberangan utama antar-pulau masih beroperasi aman.

"Saat ini layanan penyeberangan pada lintasan Merak-Bakauheni dan sebaliknya masih berjalan normal, dengan tetap mengedepankan kewaspadaan tinggi," pungkasnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya