Penutupan Bandara Soekarno-Hatta Diperpanjang Imbas Erupsi Anak Krakatau

Keputusan tersebut diambil setelah pemeriksaan menunjukkan indikasi sebaran abu vulkanik akibat aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.

oleh Arief Rahman HImmanuel ChristianDiterbitkan 06 September 2026, 07:46 WIB
Penumpang Menumpuk di Bandara Soekarnp-Hatta, Pilih Tetap Tinggal untukPantau Penerbangan

Liputan6.com, Jakarta - Bandara Internasional Soekarno-Hatta (CGK) memperpanjang penutupan sementara hingga pukul 09.30 WIB pada Minggu (6/9/2026).

Keputusan tersebut diambil setelah pemeriksaan menunjukkan indikasi sebaran abu vulkanik akibat aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.

Sebelumnya, berdasarkan NOTAM Nomor A3341/26, Bandara Soekarno-Hatta ditutup sementara sejak pukul 01.30 WIB hingga 05.30 WIB. Namun, otoritas penerbangan memperpanjang penutupan setelah mempertimbangkan perkembangan kondisi abu vulkanik di sekitar bandara.

Branch Communication Bandara Soekarno-Hatta Fahmi Harahap mengatakan operasional penerbangan masih terdampak sehingga penutupan bandara diperpanjang hingga pukul 09.30 WIB.

“Diperpanjang hingga jam 09.30,” kata Fahmi kepada wartawan, Minggu (6/9/2026).

Sebelumnya, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan memantau kondisi penerbangan melalui koordinasi dengan operator penerbangan, pengelola bandara, penyelenggara layanan navigasi penerbangan, dan BMKG.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Lukman F. Laisa mengatakan hasil paper test pada Minggu (6/9/2026) pukul 00.35–01.05 WIB menunjukkan indikasi positif adanya sebaran abu vulkanik di Bandara Soekarno-Hatta.

 

33 Penerbangan Terdampak

Berdasarkan data pemantauan per 5 September 2026 pukul 22.00 WIB, sebanyak 33 penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta terdampak aktivitas tersebut.

Pada penerbangan internasional, terdapat 16 pembatalan, 7 penundaan, dan 5 penjadwalan kembali. Penerbangan terdampak mencakup rute dari dan menuju Singapura, Hong Kong, Sydney, Seoul/Incheon, Doha, Amsterdam, dan Kuala Lumpur.

Sementara itu, penerbangan domestik mencatat 4 pembatalan dan 1 pengalihan penerbangan. Rute yang terdampak mencakup penerbangan dari dan menuju Lampung, Denpasar, serta Surabaya.

Ditjen Perhubungan Udara juga mengantisipasi dampak berantai terhadap jadwal penerbangan pada 6 September 2026.

 

Dampak Erupsi ke Penerbangan

Dampak tersebut dapat memengaruhi rotasi pesawat, ketersediaan armada, jadwal penerbangan berikutnya, dan kapasitas terminal.

“Keselamatan tetap menjadi prioritas utama dalam setiap keputusan operasional,” demikian disampaikan Ditjen Perhubungan Udara.

Otoritas penerbangan meminta calon penumpang yang akan menggunakan Bandara Soekarno-Hatta untuk memantau informasi terbaru dari maskapai. Penumpang juga diminta mengatur waktu perjalanan dengan mempertimbangkan kemungkinan perubahan jadwal.

Pemantauan kondisi penerbangan akan terus dilakukan bersama maskapai, pengelola bandara, penyelenggara layanan navigasi penerbangan, BMKG, dan pihak terkait sebelum keputusan operasional berikutnya ditetapkan.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya