Liputan6.com, Jakarta - Ketika membicarakan Korean BBQ, yang terbayang biasanya irisan beef ber-marbling yang cepat matang di atas panggangan. Di Palgakdo, pemandangan di atas meja sedikit berbeda.
Bukan beef, melainkan ayam dalam berbagai premium chicken special cuts yang perlahan dipanggang hingga permukaannya berubah kecokelatan dan aroma smoky mulai memenuhi meja.
Advertisement
Begitu matang, setiap potongan menawarkan karakter yang berbeda. Bagian luarnya terasa gurih, sementara bagian dalamnya tetap lembut dan juicy.
Ada potongan dengan tekstur lebih kenyal, ada pula yang terasa lebih empuk. Ketika dicelupkan ke dalam saus signature mereka, rasa gurih dari ayam berpadu dengan bumbu yang memberikan lapisan rasa berbeda pada setiap gigitan.
"Sejak awal, kami percaya bahwa ayam layak mendapatkan tempat tersendiri sebagai kategori premium dalam Korean BBQ, dengan potongan, tekstur, dan cara menikmati yang beragam," kata Founder dan CEO Palgakdo, Cho Sung Wook, saat pembukana gerai restoran tersebut di Jakarta, Jumat, 4 September 2026.
Gagasan tersebut lahir dari pengamatan Cho terhadap perkembangan industri kuliner di Korea Selatan. Korean BBQ memang sudah lekat dengan beef dan pork, tapi permintaan terhadap ayam terus berkembang.
Melihat peluang tersebut, restoran yang eksis sejak 2019 ini kemudian mengembangkan ayam sebagai kategori premium dalam Korean BBQ dengan menghadirkan beragam potongan yang memiliki tekstur dan karakter rasa berbeda.
Konsep itu pula yang membuat Founder dan CEO ISMAYA Group, Bram Hendrata, memilih membawa Palgakdo ke Indonesia. Ia pertama kali mengenal restoran tersebut setelah beberapa kali diajak berkunjung saat berada di Korea Selatan.
Octagonal Grill
Pengalaman menyantap ayam panggang dengan konsep yang berbeda membuatnya melihat peluang untuk menghadirkan pengalaman serupa di Jakarta.
"Saya bilang bahwa ini interesting karena di Indonesia, Korean BBQ kebanyakan pork dan beef," ujar Bram. "Di Indonesia, saya rasa orang lebih familiar sama chicken. Kami mau keep the authenticity of Korean Chicken BBQ, jadi itu yang membuat kami mengambil keputusan membawa Palgakdo ke Indonesia."
Palgakdo menjadi restoran Korea pertama dalam portofolio ISMAYA Group. Pilihan tersebut bukan sekadar menghadirkan menu Korea lain di Jakarta, tapi membawa konsep yang sudah memiliki karakter kuat di negara asalnya.
Pengalaman bersantapnya semakin khas lewat octagonal grill yang menjadi bagian penting dari konsep restoran. Panggangan berbentuk segi delapan ini dirancang melalui proses pengembangan selama tiga tahun untuk membantu menyebarkan panas secara lebih merata.
Saus Khas
Hasilnya, ayam dapat matang dengan baik tanpa kehilangan kelembapan alaminya. Bentuk panggangan tersebut juga membuat pengalaman makan terasa lebih interaktif.
Ayam dipanggang di bagian tengah, sementara banchan dan saus tersusun mengelilinginya. Dari berbagai sisi meja, pengunjung dapat mengambil potongan ayam, memilih saus, lalu menikmati perpaduan rasa sesuai selera.
Saus menjadi elemen lain yang memperkaya pengalaman tersebut. Palgakdo menghadirkan beberapa pilihan, termasuk makkok sauce dan garlic sauce, yang dapat digunakan sendiri maupun dipadukan.
Makkok sauce terasa manis dan pas berpadu dengan gurihnya ayam panggang, sementara garlic sauce memberikan sentuhan bawang putih yang lembut. Rasanya cukup ringan untuk menemani ayam tanpa mengalahkan aroma smoky yang muncul dari panggangan.
Menjaga Cita Rasa Asli
Cho menyarankan pengunjung untuk mencicipi beberapa premium chicken special cuts, bukan hanya satu potongan. Pasalnya, setiap bagian memiliki tekstur dan karakter rasa yang berbeda, sehingga perbedaannya lebih terasa ketika dinikmati satu per satu.
Ayam juga bisa dipadukan dengan nasi atau mi, terutama untuk menikmati sisa saus dan sari gurih yang tertinggal di piring setelah proses pemanggangan. Di Korea Selatan, Palgakdo secara tradisional menggunakan charcoal grilling.
Sementara di Indonesia, metode tersebut disesuaikan menjadi char-grilling dengan mempertimbangkan kondisi dan ketentuan operasional restoran. Penyesuaian ini tetap mempertahankan karakter ayam panggang, dengan aroma smoky, permukaan yang sedikit charred, serta daging yang lembut dan juicy.
Untuk menjaga cita rasa aslinya, saus Palgakdo diimpor langsung dari Korea Selatan, sementara protein dan sayuran diperoleh dari Indonesia. Bram menegaskan bahwa standar operasional restoran tetap mengikuti Palgakdo Korea.