Liputan6.com, Jakarta - Microsoft akan membatasi waktu bermain melalui layanan cloud gaming Xbox bagi pelanggan Game Pass mulai November. Kebijakan ini diterapkan setelah bertahun-tahun pengguna mendapat akses tanpa batas.
Dikutip dari CNBC, Senin (7/9/2026), langkah tersebut dilakukan Microsoft untuk menyeimbangkan tingkat penggunaan layanan dengan biaya operasional yang terus meningkat. Pengguna nantinya tetap bisa bermain setelah melewati batas waktu, tetapi harus membayar untuk mendapatkan jam tambahan.
Advertisement
Microsoft mengatakan permintaan terhadap kapasitas komputasi terus meningkat. Kondisi ini membuat perusahaan perlu menyesuaikan biaya layanan dengan tingkat penggunaan pelanggan.
Pola serupa juga mulai diterapkan pada sejumlah produk Microsoft berbasis kecerdasan buatan (AI). Pengguna GitHub Copilot dan Microsoft 365 Copilot semakin banyak membayar berdasarkan tingkat penggunaan layanan.
“Kami memperkenalkan model ini karena biaya penyediaan cloud gaming meningkat seiring semakin banyak orang yang menggunakannya dan bermain lebih lama,” kata Xbox dalam sebuah unggahan blog.
“Peralihan ke batas bulanan memungkinkan kami tetap menawarkan layanan ini sekaligus terus berinvestasi pada keandalan dan kinerjanya. Kami memahami bahwa bagi sebagian pemain, dampak praktisnya adalah biaya yang lebih tinggi.”
Kebijakan batas waktu tersebut akan berlaku untuk sejumlah tingkatan langganan Game Pass.
Evaluasi Model Bisnis
Pelanggan Game Pass Ultimate yang merupakan paket kelas atas dengan harga US$ 22,99 per bulan akan mendapat jatah 15 jam cloud gaming setiap bulan.
Sementara itu, pelanggan Game Pass Premium dengan biaya US$ 14,99 per bulan mendapatkan 10 jam bermain melalui cloud.
Adapun pelanggan Game Pass Essential yang dibanderol US$ 9,99 per bulan memperoleh lima jam cloud gaming setiap bulan.
Microsoft belum mengungkapkan biaya yang harus dibayar pelanggan untuk mendapatkan tambahan waktu bermain setelah kuota bulanan habis.
Perusahaan mengatakan hanya sekitar 4 persen pelanggan Game Pass yang menghabiskan lebih banyak waktu setiap bulan untuk melakukan streaming game melalui cloud.
Di balik kebijakan tersebut, Xbox juga tengah mengevaluasi model bisnisnya. CEO baru Xbox, Asha Sharma, disebut sedang mencari berbagai cara untuk mengembalikan pertumbuhan bisnis sekaligus meningkatkan profitabilitas divisi tersebut.
Microsoft sebelumnya juga menguji model baru untuk layanan game. Pada Juli, Xbox mengumumkan rencana menguji game streaming yang didukung iklan