Bantargebang Tutup Pintu 2027, Maybank Ajak Siswa Pilah Sampah

Maybank meluncurkan #BalikBAIK untuk membangun budaya memilah sampah dan melibatkan 3.000 siswa sebagai Eco Champion.

oleh Thurfah Mahira AhnafDiterbitkan 05 September 2026, 17:25 WIB
Irvandi Ferizal (Direktur Human Capital PT Bank Maybank Indonesia) bersama siswa-siswi memanfaatkan sampah botol plastik pada kick off Maybank Global Corporate Responsibility (CR) Day 2026, Sabtu (5/9), di SDN 08 Ragunan, Jakarta Selatan.

Liputan6.com, Jakarta - PT Bank Maybank Indonesia Tbk meluncurkan program #BalikBAIK untuk mendorong kebiasaan memilah dan mengelola sampah sejak usia sekolah. Program ini diluncurkan di tengah persoalan sampah yang dinilai semakin mengkhawatirkan.

Direktur Human Capital Maybank Indonesia Irvandi Ferizal menyebut Indonesia menghasilkan sekitar 34 juta ton sampah per tahun, dengan lebih dari 20 persen di antaranya berupa sampah plastik.

Sementara itu, Jakarta menghadapi beban sampah harian hingga ribuan ton. Kondisi tersebut semakin mendesak karena Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang diperkirakan memasuki masa pensiun pada 2027.

“Indonesia hari ini bisa dikatakan banyak kota sudah krisis sampah,” ujar Irvandi dalam kick off Maybank Global Corporate Responsibility (CR) Day 2026 yang digelar di SDN 08 Ragunan, Jakarta Selatan, Sabtu (5/9/2026).

Menurut dia, kondisi tersebut menjadi pengingat agar kebiasaan memilah sampah mulai dibangun sejak sekarang. Maybank tidak hanya mengejar jumlah sampah yang dapat dikumpulkan melalui program tersebut, tetapi ingin menciptakan perubahan perilaku dalam jangka panjang.

“Mungkin nggak langsung impact yang besar, tapi adalah membangun budaya—budaya yang bagaimana memilah sampah, mengajarkan anak-anak sejak kecil, tapi juga bagaimana sampah-sampah yang bisa kemudian menjadi upcycling, kita bisa daur ulang, dan bisa menjadi ada dampak ekonominya ke masyarakat,” katanya.

 

Eco Champion

Irvandi Ferizal (Direktur Human Capital PT Bank Maybank Indonesia) & Maria Trifanny Fransiska (Head of Sustainability PT Bank Maybank Indonesia) dalam sesi wawancara kick off Maybank Global Corporate Responsibility (CR) Day 2026, Sabtu (5/9), di SDN 08 Ragunan, Jakarta Selatan.

Pada tahap awal, program #BalikBAIK menyasar enam sekolah dengan melibatkan lebih dari 500 relawan Maybank di seluruh Indonesia dan sekitar 3.000 siswa.

Maybank juga menargetkan tambahan sekitar 3.000 anak di luar sekolah formal untuk mendapatkan edukasi mengenai pemilahan sampah dan konsep daur ulang yang memiliki nilai ekonomi.

Para siswa yang terlibat akan menjadi Eco Champion. Mereka mendapat pelatihan mengenai pemilahan sampah dan konsep ekonomi sirkular, kemudian menyosialisasikannya di lingkungan sekolah.

Sampah yang dikumpulkan akan dipisahkan berdasarkan empat kategori material, yakni plastik keras, plastik lentur, plastik kemasan, serta kain dan pakaian. Sampah tersebut kemudian dikumpulkan melalui dropbox yang disediakan Maybank.

“Kami mulai dengan hal kecil untuk pengolahan sampah. Hari ini kita mulai lagi program baru, bagaimana mengolah sampah menjadi sesuatu yang punya dampak ekonomi kepada masyarakat,” ujar Irvandi.

Inisiatif tersebut melanjutkan program pendampingan pengelolaan sampah yang sebelumnya dilakukan Maybank di Desa Sading, Bali, dan Bantul, Yogyakarta.

 

Bukan Sekadar Angka, tapi Perubahan Budaya

Maybank berharap kebiasaan yang dibangun melalui program #BalikBAIK tidak berhenti di lingkungan sekolah. Edukasi yang diterima siswa diharapkan dapat diteruskan kepada orang tua dan komunitas di sekitar mereka.

Irvandi mengatakan Maybank juga akan melibatkan para karyawan dalam upaya tersebut sehingga perubahan perilaku dapat menyebar lebih luas.

“Kami akan mulai dengan para Maybankers sendiri, tapi kami ingin mengajak dengan sekolah, orang tua, dan komunitas. Mudah-mudahan bisa menjadi dampak domino kepada lebih luas lagi untuk membantu masyarakat,” ujarnya.

Program #BalikBAIK dirancang berlangsung selama dua tahun. Maybank akan melakukan evaluasi dampak secara berkala sebelum menentukan perluasan cakupan sekolah pada tahun berikutnya.

Melalui pendekatan tersebut, Maybank ingin menjadikan pengelolaan sampah bukan sekadar aktivitas mengumpulkan atau membuang sampah, tetapi bagian dari perubahan budaya.

Program ini juga mendorong pemanfaatan sampah melalui daur ulang dan upcycling sehingga material yang sebelumnya dianggap tidak bernilai dapat memiliki manfaat sekaligus menciptakan dampak ekonomi bagi masyarakat.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya