Liputan6.com, Jakarta - Antrean kendaraan di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur, mencapai belasan kilometer. Kondisi ini terjadi di tengah peningkatan volume kendaraan logistik hingga 16 persen dibandingkan periode yang sama pada bulan sebelumnya.
General Manager PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Ketapang Media Syahrianto mengatakan lonjakan kendaraan logistik tersebut berlangsung bersamaan dengan adanya pekerjaan perbaikan dermaga di lintasan Ketapang-Gilimanuk.
Advertisement
Perbaikan dilakukan untuk meningkatkan kapasitas dermaga menjadi 50 ton pada satu pasang dermaga di Ketapang, Banyuwangi, dan Gilimanuk, Bali.
“Pengerjaan satu pasang dermaga di lintasan Ketapang-Gilimanuk ini merupakan bagian dari penguatan infrastruktur, dan kesiapan operasional untuk menghadapi periode angkutan Natal 2026 dan Tahun Baru 2027,” ujar Media dikutip dari Antara, Sabtu (5/9/2026).
Situasi tersebut membuat ASDP perlu melakukan penyesuaian pola operasional kapal dengan mempertimbangkan kapasitas dermaga, kondisi lalu lintas kendaraan, serta aspek keselamatan pelayaran.
Kapal bantuan
ASDP menyebut peningkatan kendaraan logistik menjadi salah satu faktor yang membuat antrean kendaraan di akses menuju Pelabuhan Ketapang semakin panjang.
Untuk mengurai kepadatan, ASDP terus berkoordinasi dengan regulator dan berbagai pemangku kepentingan, khususnya dalam mengatur arus kendaraan logistik menuju pelabuhan.
“Kami dari ASDP juga terus melakukan koordinasi intensif dengan regulator dan pemangku kepentingan terkait untuk mengatur arus kendaraan, khususnya kendaraan logistik, sekaligus mempercepat penguraian antrean akses menuju pelabuhan,” kata Media.
ASDP juga telah menyiapkan sejumlah kapal perbantuan. Salah satunya KMP Jatra I yang memiliki kapasitas besar dan sedang menjalani proses perizinan pelayaran dari Merak menuju Ketapang.
Sebelumnya, tiga kapal perbantuan juga telah didatangkan, yakni KMP Atayana, KMP Portlink VII, dan KMP Liputan XII.
ASDP memastikan upaya penguraian antrean tetap dilakukan tanpa mengesampingkan aspek keselamatan.
“Keselamatan tetap menjadi prioritas utama kami, tanpa mengesampingkan upaya untuk memberikan pelayanan yang semakin baik,” ucap Media.