Harga Emas Dunia Turun 2%, Data Tenaga Kerja AS Jadi Pemberat

Harga emas dunia turun lebih dari 2% setelah data tenaga kerja AS yang kuat meningkatkan peluang kenaikan suku bunga The Fed bulan ini.

oleh Arthur GideonDiterbitkan 05 September 2026, 08:00 WIB
Ilustrasi harga emas dunia. (Gambar by AI)

Liputan6.com, Jakarta - Harga emas dunia turun lebih dari 2% pada perdagangan Jumat dan berada di jalur penurunan mingguan. Pelemahan harga emas terjadi setelah data ketenagakerjaan Amerika Serikat (AS) yang lebih kuat dari perkiraan meningkatkan peluang kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed) bulan ini.

Mengutip CNBC, Sabtu (5/9/2026), harga emas di pasar spot turun 2,2% menjadi US$ 4.376,04 per ounce, sehingga berada di jalur penurunan sekitar 1% dalam sepekan.

Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Desember melemah 2,4% menjadi US$ 4.428,80 per ounce.

Pertumbuhan lapangan kerja AS meningkat tajam pada Agustus, sedangkan tingkat pengangguran bertahan di 4,1%. Data ini menunjukkan pasar tenaga kerja masih relatif stabil dan membuat peluang kenaikan suku bunga The Fed pada September tetap terbuka.

“Harga emas jatuh cukup dalam karena data utama yang sangat kuat, ditambah laporan secara keseluruhan yang solid, membuat kenaikan suku bunga pada September jauh lebih mungkin terjadi, kecuali kita mendapatkan laporan CPI yang lemah,” kata analis independen Tai Wong.

 

Menunggu Data Inflasi

Ilustrasi harga emas dunia. (Gambar by AI)

Harga kontrak suku bunga jangka pendek kini menunjukkan peluang sekitar 65% untuk kenaikan suku bunga kebijakan AS dalam pertemuan The Fed pada 15-16 September. Angka tersebut naik dari sekitar 55% sebelum laporan ketenagakerjaan dirilis.

Perhatian pasar selanjutnya beralih ke data inflasi AS, yakni Consumer Price Index (CPI) dan Producer Price Index (PPI) yang akan dirilis pekan depan. Data tersebut dapat memberikan petunjuk tambahan mengenai arah kebijakan The Fed.

Analis pasar utama Bybit, Han Tan, menilai laporan pekerjaan terbaru memperkuat peluang bank sentral AS melanjutkan kebijakan suku bunga tinggi.

“Laporan pekerjaan terbaru ini muncul setelah pidato hawkish Ketua Warsh di Jackson Hole dan tampaknya semakin membuka peluang bagi The Fed untuk menjalankan kecenderungan menaikkan suku bunga, mungkin bahkan pada bulan ini,” kata Han.

“Dengan mandat menjaga stabilitas harga menjadi perhatian utama pembuat kebijakan, data CPI AS pekan depan masih dapat memicu pergerakan yang lebih besar pada logam mulia,” tambahnya.

Sementara itu, perak turun 3% menjadi US$ 64,92 per ounce, platinum melemah 2% menjadi US$ 1.789,67, dan palladium turun 1,7% menjadi US$ 1.396,50 per ounce. Ketiganya juga menuju penurunan mingguan.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya