Tren Pernikahan 2026, Saat Calon Pengantin Gen Z Tinggalkan Pakem dan Berani Main Warna

Tren pernikahan 2026 itu terlihat di Bridestory Market 2026.

oleh Pramita TristiawatiDiterbitkan 05 September 2026, 07:00 WIB
Pameran pernikahan Bridestory Market 2026 berlangsung di ICE BSD, Kabupaten Tangerang, pada 3─6 September 2026. (Liputan6.com/Pramita Tristiawati)

Liputan6.com, Tangerang - Memasuki semester terakhir, tren pernikahan 2026 semakin menunjukkan keberanian calon pengantin dalam memilih warna dan gaya. Bridestory kembali menghadirkan Bridestory Market di ICE BSD, Kabupaten Tangerang, untuk mempertemukan calon pengantin dengan ratusan vendor, sekaligus menghadirkan inspirasi pesta pernikahan.

Event yang berlangsung pada 3─6 September 2026 ini memperlihatkan perubahan selera pasangan yang mulai keluar dari pilihan warna konvensional. Calon pengantin juga mulai mengeksplorasi kombinasi warna yang lebih berani untuk menciptakan pesta yang sesuai dengan karakter mereka.

"Warna biru menjadi salah satu trending colors untuk wedding, terlebih bagi calon pengantin yang merencanakan pernikahan hingga tahun depan. Perpaduan dengan pink atau putih membuatnya jadi terkesan modern-kontemporer," kata Noel Monique Renzita, Head of Content Bridestory, di lokasi pameran, Kamis, 3 September 2026.

Bridestory menilai perubahan tersebut turut dipengaruhi karakter generasi Z yang lebih terbuka dalam bereksperimen dengan estetika. Noel mengatakan, para partner dari generasi tersebut ikut membawa pendekatan baru terhadap pemilihan warna dalam pernikahan.

Calon pengantin Gen Z kini berani menggunakan teknik color blocking dengan memadukan warna-warna yang sebelumnya jarang menjadi pilihan utama dalam pesta pernikahan. Kombinasi jingga dengan biru atau merah muda dengan hijau dapat muncul melalui busana pengantin, dekorasi, dan tata ruang acara.

Tren tersebut tidak hanya terlihat dari permainan warna. Pilihan busana juga memperlihatkan keseimbangan antara gaya minimalis dan unsur tradisional. Gaun pengantin dengan potongan sederhana dan material satin masih menjadi pilihan, sementara busana tradisional dengan detail payet tetap diminati untuk mempertahankan kesan klasik.

"Semua pilihan tersebut kembali disesuaikan dengan personalitas masing-masing pengantin," kata Noel.

 

Suasana Taman Bunga

Pameran pernikahan Bridestory Market 2026 berlangsung di ICE BSD, Kabupaten Tangerang, pada 3─6 September 2026. (Liputan6.com/Pramita Tristiawati)

Bridestory juga menghadirkan tema "Petal Dreamscape" dalam gelaran kali ini. Tema tersebut mengangkat suasana taman bunga melalui pendekatan visual yang romantis, dreamy, dan kontemporer.

Ayunda Wardhani, CEO Bridestory, mengatakan Petal Dreamscape menggabungkan palet warna lembut dengan elemen floral artistik dan sentuhan modern. Konsep itu memberikan referensi bagi calon pengantin yang ingin menerapkan nuansa romantis tanpa meninggalkan gaya kekinian.

Pengunjung dapat menemukan penerapan tema tersebut sejak memasuki area pameran. Sentuhan itu hadir mulai dari di entrance, main alley, photo booth, hingga area vendor. Masing-masing vendor kemudian menerjemahkan tren sesuai karakter dan signature style mereka.

Pendekatan tersebut membuat calon pengantin memiliki lebih banyak pilihan dalam menentukan konsep pesta. Mereka dapat melihat secara langsung bagaimana satu tren diterapkan melalui dekorasi, styling, busana, dan detail visual lainnya.

 

Inspirasi Cincin Pernikahan

Pameran pernikahan Bridestory Market 2026 berlangsung di ICE BSD, Kabupaten Tangerang, pada 3─6 September 2026. (Liputan6.com/Pramita Tristiawati)

Bridestory Market juga menghadirkan vendor dengan latar belakang dan karakter yang beragam. Salah satunya merupakan vendor cincin perkawinan asal Tokyo yang menawarkan desain minimalis dengan tampilan elegan.

Vendor tersebut tidak hanya menekankan desain, tapi juga mempertimbangkan perubahan ukuran cincin dalam perjalanan pernikahan. Artinya, pasangan dapat menyesuaikan kembali ukuran cincin bila ukurannya tidak lagi sesuai dengan jari pemakai.

Pilihan itu memperlihatkan bahwa kebutuhan calon pengantin tidak berhenti pada tampilan saat hari pernikahan. Pasangan juga mulai mempertimbangkan fungsi dan keberlanjutan penggunaan berbagai elemen pernikahan dalam jangka panjang.

Bridestory melihat pameran sebagai ruang bagi calon pengantin untuk mengeksplorasi lebih banyak kemungkinan sebelum menentukan konsep.

"Bridestory Market kami hadirkan sebagai ruang bagi para calon pengantin untuk tidak hanya menemukan vendor, tapi juga menemukan ide, inspirasi, dan pengalaman yang membantu mereka membayangkan wedding journey mereka secara lebih utuh,” tandas Ayunda.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya