Liputan6.com, Jakarta - PT Pertamina (Persero) bakal membeli minyak goreng bekas atau jelantah dari masyarakat dengan harga sekitar Rp 5.000 hingga Rp 5.500 per liter. Minyak jelantah ini nantinya diolah menjadi bahan bakar pesawat terbang atau bioavtur.
Corporate Secretary Pertamina, Arya Dwi Paramita, mengatakan bahwa minyak jelantah yang semula dianggap sebagai limbah kini memiliki nilai ekonomi. Pertamina akan membeli minyak jelantah tersebut sesuai dengan harga pasar yang berlaku melalui fasilitas pengumpulan khusus.
Advertisement
"Itu ada nilai ekonominya, jadi circular economy-nya berjalan di sini. Jika teman-teman membawa satu liter minyak jelantah ke SPBU kami yang menyediakan collection box—namanya UCollect—itu bisa dihargai sekitar Rp 5.000 sampai Rp 5.500 per liter," ucap Arya dalam acara IdeaFest 2026 di JCC Senayan, Jakarta, Jumat (4/9/2026).
Program ini mengajak masyarakat untuk memanfaatkan limbah minyak goreng dari aktivitas memasak harian agar bernilai guna. Saat ini, Pertamina menyediakan sekitar 35 titik pengumpulan yang tersebar di berbagai kota besar, termasuk Jakarta, Depok, Bandung, hingga Surabaya.
"Minyak jelantah yang tadinya dikenal sebagai limbah bisa teman-teman kumpulkan. Cara mengumpulkannya cukup cari lokasi SPBU penampungan melalui aplikasi MyPertamina," jelas Arya.
"Nanti lokasinya terlihat di sana, diantar, disetorkan jelantahnya, lalu di- scan. Saldonya akan langsung masuk ke aplikasi MyPertamina. Jadi sesederhana itu, serbadigital, dan nantinya minyak ini dibawa ke kilang kami," tambahnya.
Diolah Jadi Bioavtur
Nantinya, minyak jelantah atau used cooking oil (UCO) tersebut akan diolah di Kilang Pertamina Cilacap dan dicampur dengan bahan baku lainnya untuk menghasilkan bioavtur atau Sustainable Aviation Fuel (SAF).
"Apa tujuannya? Kenapa kita harus melakukan ini? Karena kita harus mengurangi ketergantungan pada energi impor. Ini sebenarnya menjadi gerakan kita bersama," pungkas Arya.
Sebagai informasi, saat ini harga minyak jelantah di lokasi UCollect berada pada kisaran Rp 4.000 hingga Rp 5.500 per liter. Informasi detail mengenai lokasi penampungan dan harga terkini dapat diakses masyarakat langsung melalui aplikasi MyPertamina.