Menteri PU Sebut Jalan Nasional Sudah Pulih Usai Gempa NTT

Menteri PU Dody Hanggodo menuturkan, gempa NTT juga berdampak terhadap banyak bangunan yang memberikan pelayanan dasar masyarakat.

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 04 September 2026, 19:30 WIB
Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo. (Foto: Kementerian PU)

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Pekerjaan Umum (Menteri PU) Dody Hanggodo mengungkapkan dampak gempa Nusa Tenggara Timur (NTT) juga banyak terjadi bangunan yang menjadi bagian penting dari pelayanan dasar masyarakat selain sektor konektivitas seperti jalan.

Ia memastikan seluruh ruas jalan dan jembatan nasional yang terdampak gempa NTT telah kembali difungsikan. Hal itu terutama jalan nasional.

"Kalau NTT secara umum kalau jalan nasional sudah baik semua. Kita sekarang mundur ke jalan provinsi dan kabupaten. Memang jalan provinsi, kabupatennya agak kecil-kecil. Itu nanti beberapa titik yang memang itu menghubungkan antara kabupaten terus bisa dipakai sebagai jalan alternatif,” tutur Dody dikutip dari Antara, Jumat, (4/9/2026).

Pemulihan itu menjadi langkah penting untuk menjaga mobilitas masyarakat sekaligus memastikan distribusi kebutuhan pokok tetap berjalan di wilayah terdampak.

Penanganan dampak usai gempa bumi di sejumlah wilayah NTT terus dilakukan Kementerian Pekerjaan Umum (PU). Selain memulihkan konektivitas, Kementerian PU juga mempercepat penanganan infrastruktur layanan dasar masyarakat, termasuk penyediaan air bersih bagi warga terdampak di Pulau Flores.

Berdasarkan data penanganan per 30 Agustus 2026, Kementerian PU mencatat 17 ruas jalan terdampak yang terdiri atas 88 titik longsor dan tiga patahan. Seluruh ruas tersebut telah kembali fungsional. Kemudian sebanyak 14 jembatan dan tiga Duiker terdampak juga telah difungsikan kembali.

Dody menuturkan, kerusakan juga banyak terjadi pada bangunan yang menjadi bagian penting dari pelayanan dasar masyarakat.

"Kalau dari PU, sangat banyak sebetulnya. Karena ini gempa ya, yang hancur itu rata-rata bangunan. Jadi mungkin yang akan besar bangunan, apalagi itu bentuknya gereja, masjid, atau rumah sakit, puskesmas, begitu yang paling banyak ya,” ujarnya.

 

 

 

Kerusakan Bangunan

Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan, pihaknya bersama Agrinas dan Pemerintah Kabupaten Merauke tengah bekerja intensif untuk memastikan kesiapan infrastruktur dasar.

Saat Kementerian PU mencatat 651 prasarana gedung turut terdampak, antara lain 112 prasarana pendidikan keagamaan, 300 prasarana ibadah, dan 238 prasarana kesehatan.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 152 prasarana telah diverifikasi secara bertahap guna mengetahui tingkat kerusakan serta menentukan kebutuhan penanganan. Selain itu juga terdapat 17 gedung pemerintahan serta satu gedung militer yang terdampak dan kini dalam proses verifikasi kerusakan.

Di sisi lain, Kementerian PU juga menangani sejumlah infrastruktur air minum yang terdampak gempa. Secara keseluruhan terdapat 81 SPAM yang masuk dalam proses verifikasi kerusakan, dengan satu SPAM telah ditangani. Selain itu, dua instalasi pengolahan lumpur tinja (IPLT) dan satu tempat pemrosesan akhir (TPA) juga tercatat terdampak dan sedang diverifikasi.

Pada infrastruktur sumber daya air, Kementerian PU melakukan verifikasi fungsi terhadap dua bendung, satu bendungan, 15 daerah irigasi, 14 sumur air baku, tiga embung, empat pengaman pantai, dan dua sungai. Seluruh infrastruktur tersebut telah masuk dalam penanganan dan verifikasi fungsi.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya