Investasi, Edwin Soeryadjaya Beli 2,25 Juta Saham SRTG

Presiden Komisaris Saratoga Investama Sedaya (SRTG) Edwin Soeryadjaya memiliki 35,89% saham SRTG.

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 04 September 2026, 15:41 WIB
Pekerja melintas di dekat layar digital pergerakan saham di Gedung BEI, Jakarta (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Komisaris PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG), Edwin Soeryadjaya membeli saham SRTG pada awal September 2026. Pembelian saham SRTG ini dalam rangka investasi.

Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI),Jumat (4/9/2026), Presiden Komisaris Saratoga Investama Sedaya Edwin Soeryadjaya membeli saham SRTG dalam dua kali kali transaksi pada 2 dan 3 September 2026. Ia membeli 840.000 saham SRTG senilai Rp 1.823 per saham pada 2 September 2026. Kemudian, ia membeli 1.410.000 saham SRTG pada 3 September 2026 dengan harga Rp 1.802 per saham. Dengan demikian, total pembelian saham 2.250.000 saham SRTG senilai Rp 4,07 miliar.

“Tujuan transaksi inveestasi, status kepemilikan langsung,” demikian seperti dikutip dari keterbukaan informasi BEI.

Dalam keterbukaan informasi disebutkan, Edwin Soeryadjaya merupakan pengendali, dan akan mempertahankan pengendalian.

Setelah transaksi pembelian saham SRTG, Edwin mengenggam 4,86 miliar saham SRTG atau setara 35,89%. Sebelumnya ia memiliki 35,88% saham SRTG atau setara 4,86 miliar saham.

Mengutip data RTI, saat dipantau pukul 15.33 WIB, harga saham SRTG melemah 0,28% meenajdi Rp 1.800 per saham. Saham SRTG dibuka stagnan di Rp 1.805 per saham. Harga saham SRTG berada di level tertinggi Rp 1.820 dan terendah Rp 1.790 per saham. Total frekuensi perdagangan saham 765 kali dengan volume perdagangan saham 27.872 saham. Nilai transaksi harian saham Rp 5 miliar.

Emiten SRTG Bakal Lepas 4,87 Juta Saham Treasuri

Pejalan kaki melintas dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di kawasan Jakarta (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sebelumnya, PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) akan menjual saham hasil pembelian kembali saham atau saham treasuri 2020 milai 18 Agustus 2026.

Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Selasa (4/8/2026), perseroan telah merampungkan pelaksanaan pembelian kembali atau buyback saham pada 2020 yang telah memperoleh persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 17 Juni 2020. Jumlah keseluruhan saham yang telah dibeli kembali sebesar 17.579.300 saham.

BACA JUGA:Bank Mandiri Tebar Dividen Interim 2026 Rp 6,16 Triliun

“Sampai dengan tanggal keterbukaan informasi ini, perseroan masih memiliki 4.876.200 saham hasil pembelian kembali yang belum dialihkan (saham treasuri 2020),” demikian seperti dikutip dari keterbukaan informasi BEI.

Seiring diatur dalam Pasal 49 POJK Nomor 29/2023, pembelian kembali saham yang telah memperoleh persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham sebelum berlakunya POJK Nomor 29/2023 tetap mengikuti ketentuan dalam POJK Nomor 30/2017.

Seiring hal itu, perseroan akan menjual 4.876.200 saham treasuri 2020 melalui BEI. Perseroan telah menunjuk PT Indo Premier Sekuritas sebagai anggota bursa yang akan melaksanakan penjualan saham treasuri 202. Adapun pelaksanaan penjualan saham treasuri 2020 akan dimulai pada 18 Agustus 2026.

“Harga pengalihan saham treasuri 2020 akan mengacu pada pasal 20 huruf (a) POJK Nomor 30/2017,” demikian seperti dikutip dari keterbukaan informasi BEI.

Berdasarkan data RTI, harga saham SRTG melemah 1,96% menjadi Rp 1.750 per saham. Harga saham SRTG dibuka stagnan di Rp 1.785 per saham. Saham SRTG berada di level tertinggi Rp 1.785 dan terendah Rp 1.745 per saham. Total frekuensi perdagangan 1.721 kali dengan volume perdagangan saham 32.195 saham. Nilai transaksi harian saham Rp 5,7 miliar.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya