Liputan6.com, Jakarta - Persaingan SUV bongsor bertenaga listrik dan Extended-Range Electric Vehicle (EREV) di China kembali memanas. Chery Jaguar Land Rover (Chery JLR) resmi meluncurkan Freelander 8, SUV premium elektrifikasi yang langsung mencuri perhatian berkat performa buas dan kemampuan ekstremnya.
Freelander 8 dipasarkan mulai 309.900 yuan atau sekitar Rp720 jutaan, sebelum mendapatkan potongan harga peluncuran. Kehadiran SUV ini diproyeksikan menjadi salah satu penantang serius Li Auto L9 di pasar China.
Advertisement
Bukan hanya mengandalkan desain dan kabin mewah, Freelander 8 juga mencatatkan prestasi ekstrem. SUV ini berhasil menyabet Rekor Dunia Guinness setelah menjadi mobil PHEV/EREV pertama yang berhasil mencapai ketinggian 6.002,33 meter di atas permukaan laut.
Dikutip dari CarNewsChina, Senin (7/9/2026), Freelander 8 mengusung konfigurasi motor listrik ganda yang mampu menghasilkan tenaga maksimal hingga 610 kW atau setara 818 hp, dengan torsi puncak mencapai 813 Nm.
Dengan tenaga tersebut, akselerasi 0-100 km/jam dapat dituntaskan hanya dalam waktu 4,6 detik. Angka ini tergolong impresif untuk sebuah SUV berukuran besar yang menawarkan konfigurasi kabin hingga enam penumpang.
Untuk menyuplai tenaga listrik, Freelander 8 menggunakan baterai CATL Freevoy berkapasitas 60,3 kWh. Sistem tersebut dipadukan dengan mesin bensin 1.5 liter turbo yang berfungsi sebagai range extender, bukan sebagai penggerak utama roda.
Dalam mode listrik, SUV ini mampu menempuh jarak hingga 310 kilometer berdasarkan standar CLTC.
Urusan pengisian daya juga menjadi salah satu keunggulan. Berkat teknologi pengisian cepat 6C, baterai Freelander 8 dapat diisi dari 20 persen hingga 80 persen hanya dalam waktu 12 menit.
Kemampuan Freelander 8 bukan hanya di atas kertas. Chery JLR membuktikannya melalui tantangan ekstrem di medan pegunungan.
SUV EREV tersebut berhasil mencapai ketinggian 6.002,33 meter di atas permukaan laut, sekaligus mencatatkan diri sebagai mobil PHEV/EREV pertama yang berhasil mencapai ketinggian tersebut.
Pencapaian ini membuat Freelander 8 tidak hanya mengandalkan embel-embel SUV premium, tetapi juga memiliki kemampuan untuk menghadapi kondisi medan yang ekstrem.
Layar Raksasa dan Otak Pintar Berbasis AI
Beralih ke interior, Freelander 8 menawarkan nuansa kabin yang sarat teknologi.
Pada bagian dasbor terpasang layar panorama berukuran 46,3 inci. Sementara itu, konsol tengah mendapatkan monitor gantung berukuran 15,6 inci.
Sistem infotainment Freelander 8 juga dilengkapi teknologi kecerdasan buatan (AI) interaktif.
Teknologi tersebut dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari merangkum berita, memantau keselamatan bayi yang berada di kursi belakang, hingga membantu memberikan rute untuk aktivitas petualangan off-road.
Teknologi keselamatan juga menjadi salah satu daya tarik utama Freelander 8.
Di bagian atap terdapat sensor LiDAR 896-garis yang dirancang untuk mendeteksi objek dan rintangan di sekitar kendaraan.
Sensor tersebut diklaim mampu mengenali benda berukuran kecil, bahkan seukuran kaleng minuman, dari jarak hingga 120 meter.
Teknologi ini menjadi bagian dari sistem bantuan berkendara dan keselamatan canggih yang dibenamkan pada SUV tersebut.
Untuk versi enam tempat duduk, kemewahan juga semakin terasa di baris kedua. Dua kursi model captain seat tersedia dengan sejumlah fitur premium, termasuk fungsi pijat 16 titik, kulkas berkapasitas 10 liter, serta meja lipat.
Dibekali Intelligent All-Terrain System
Salah satu teknologi menarik pada Freelander 8 adalah Intelligent All-Terrain System (i-ATS) yang dikembangkan bersama Huawei.
Sistem tersebut dirancang untuk membantu kendaraan beradaptasi dengan berbagai kondisi medan.
Menariknya, meski memiliki dimensi yang tergolong bongsor, Freelander 8 justru menawarkan kemampuan manuver yang cukup lincah.
Hal ini berkat fitur rear-wheel steering, yang memungkinkan roda belakang ikut berbelok hingga 10 derajat.
Teknologi tersebut membuat radius putar Freelander 8 hanya 5,15 meter. Angka ini bahkan lebih kecil dibandingkan Mini Hatch tiga pintu, yang membutuhkan radius putar sekitar 5,55 meter.
Dengan demikian, ukuran bodi yang besar tidak serta-merta membuat Freelander 8 sulit bermanuver di area sempit.
Kembalinya nama Freelander melalui format EREV menjadi langkah agresif Chery JLR untuk bersaing di pasar SUV premium.
Kombinasi tenaga hingga 818 hp, teknologi elektrifikasi dengan range extender, sistem bantuan berkendara berbasis sensor LiDAR, kemampuan off-road, serta kabin mewah membuat Freelander 8 memiliki modal kuat untuk bersaing di kelasnya.
Setelah resmi meluncur di China, Freelander 8 disebut akan segera memasuki pasar global. Timur Tengah diproyeksikan menjadi salah satu pasar pertama yang akan disambangi SUV pemegang rekor dunia tersebut.
Menarik untuk ditunggu apakah Chery JLR Freelander 8 nantinya juga akan dibawa ke Indonesia dan meramaikan persaingan SUV premium elektrifikasi di Tanah Air.