Hindari Kebiasaan Buruk Pemegang Kartu Kredit Supaya Utang Tak Menumpuk

Ahli ungkap beberapa alasan dan solusi utang kartu kredit yang menumpuk bagi pemegang kartu kredit Amerika Serikat (AS).

oleh Cahya Alena FauzaDiterbitkan 06 September 2026, 18:00 WIB
Ahli ungkap beberapa alasan dan solusi utang kartu kredit yang menumpuk. Ilustrasi kartu kredit. Foto: Liputan6.com/Ade Nasihudin.

Liputan6.com, Jakarta - Ahli mengatakan pemilik kartu kredit melakukan kebiasaan yang dapat menjebak, seperti memiliki saldo utang pada kartu kredit dan kebiasaan pembayaran yang buruk. Lebih dari empat dari 10 pemilik kartu di Amerika Serikat (AS) mengatakan mereka membayar tagihan minimum secara rutin pada setidaknya salah satu kartu mereka, menurut survei LendingTree pada 1.500 pemilik kartu. Angka ini meningkat ke 58% pada pemilik kartu Gen Z usia 18-29.

Melansir CNBC Make It, Minggu (6/9/2026), membayar tagihan minimum memang dapat menghindari sanksi batas bulanan, tetapi sebagian besar pembayaran tersebut mungkin lari ke bunga dibanding mengurangi utang, yang bisa bertambah hingga ribuan dolar AS. LendingTree menggambarkan bahwa membayar tagihan minimum saja adalah salah satu kebiasaan terburuk dalam menggunakan kartu kredit.

“Pembayaran minimum bukan strategi pembayaran, itu strategi mengatur utang,” ujar pengatur keuangan bersertifikasi dari Bell Investment Advisors, Corinna Rose.

“Membayar biaya minimumnya menjaga rekening, namun seringkali tidak mengurangi utang,” dia melanjutkan.

Berikut adalah alasan mengapa hanya membayar biaya minimum itu merugikan, dan apa yang bisa dilakukan untuk mencegahnya.

Mengapa Pembayaran Minimum Tidak Cukup

Mudah untuk terbiasa membayar hanya biaya minimum setiap bulan. Namun, jika punya banyak utang kredit, akan butuh usaha lebih besar untuk membayarnya.

Menurut LendingTree, saldo rata-rata kartu kredit di kalangan pemegang kartu di AS yang memiliki utang adalah US$ 7.756, atau Rp 136,9 juta (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 17.652) sedangkan tingkat bunga tahunan (APR) rata-rata sebesar 20,94%. 

 

 

Bunga Utang Dapat Dorong ke Arah Salah

cara penggunaan kartu kredit ©Ilustrasi dibuat Stable Diffusion

Pada tingkat tersebut, dengan asumsi tidak ada biaya tambahan, melunasi utang sambil melakukan pembayaran minimum dapat memakan waktu hampir 27 tahun dan menghabiskan hampir US$ 13.000, atau Rp 229,4 juta hanya untuk bunga saja, menurut kalkulator kartu kredit Bankrate.

“Yang sering orang salah pahami adalah membayar minimum artinya membuat kemajuan. Padahal, sering kali itu hanya sekadar bertahan, sementara bunga utang justru mendorong ke arah yang salah,” ujar Rose.

CFP dan pemilik Access Wealth Strategies, Nathan Sebesta, juga mengatakan tidak perlu menunggu hingga pernyataan telah ditutup atau pembayaran sudah jatuh tempo untuk mulai melunasi saldo. Bunga kartu kredit umumnya dihitung harian, jadi bagi pemilik kartu yang memiliki utang, membayar lebih cepat dapat mengurangi bunga.

“Pembayaran bisa dilakukan kapan saja,” ujar Sebesta.

“Jika Anda menggunakan kartu kredit untuk keuntungan atau kemudahan, tidak ada yang salah dengan melunasi sebagian saldo beberapa kali sepanjang bulan dan mengembalikannya ke nol sesering mungkin,” dia melanjutkan.

 

Coba untuk Bayar Setiap Bulan

Idealnya, menumpuk utang kartu kredit bulan ke bulan harus dihindari, kata Sebesta."

Seharusnya, tujuan penggunaan kartu kredit adalah untuk alat pembayaran, bukan untuk menghabiskan uang yang belum dipunya,” dia mengatakan.

Menumpuk utang juga bisa membuat mencatat pengeluaran lebih sulit, tutur Rose, karena sebagian dari gaji sudah dialokasikan untuk pembelian yang telah dilakukan pada bulan-bulan sebelumnya.

Tidak bisa membayar penuh utang kredit adalah peringatan yang haru diwaspadai. “Hal ini tidak berarti (pemilik kartu) telah gagal, tetapi artinya sudah waktunya untuk meninjau kembali kebiasaan belanja, menyusun anggaran yang realistis, atau mungkin berhenti sementara menggunakan kartu kredit sama sekali,” dia memperingatkan.

Satu aturan yang Rose terapkan dengan kliennya adalah, “Jangan gunakan pendapatan besok untuk pengeluaran kemarin.”

 

 

 

Jangan Telat Pembayaran Minimum

Pembayaran kartu kredit dianggap telat jika tidak membayar setidaknya biaya minimum sebelum tenggat waktu. Penerbit kartu mungkin mengenakan biaya keterlambatan, tetapi pembayaran umumnya tidak dilaporkan ke biro kredit sampai terlambat setidaknya 30 hari, menurut Credit One Bank.

Setelah 30 hari, akibatnya akan lebih serius. Pembayaran yang telat 30 hari dapat dilaporkan kepada biro kredit, yang bisa mengurangi skor kredit dan membuat peminjaman di masa mendatang lebih mahal, menurut Sebesta. Untuk seseorang dengan kredit yang sangat baik, satu pembayaran yang telat 30 hari dapat mengikis 60-80 skor kreditnya, menurut Experian.

Pembayaran telat yang sudah dilaporkan ke biro kredit dapat dilihat di laporan kredit hingga tujuh tahun, meskipun pengaruhnya terhadap skor kredit dapat berkurang seiring berjalannya waktu.

 

Dampak Negatif Jika Telat Pembayaran

Jika rekening masih telat pembayarannya selama beberapa bulan, rekening bisa ditutup dan memberikan dampak negatif kepada riwayat kredit.

Jika sudah terlanjur telat membayar, Sebesta menyarankan untuk membayar segera dan menghubungi penerbit kartu. Jika belum telat 30 hari, mungkin masih bisa menghindari laporan ke biro kredit dan mungkin bisa dibebaskan dari denda keterlambatan.

Demi menghindari keterlambatan pembayaran, Rose merekomendasikan menyalakan fitur pembayaran otomatis di rekening online kartu kredit atau di pengaturan aplikasi.

“Jangan bergantung pada ingatan saat teknologi bisa melakukannya,” kata Rose.

“Satu pengaturan pembayaran otomatis dapat mencegah masalah kredit bertahun-tahun,” tuturnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya