Perusahaan Jepang Ini Raup Rp 10,59 Miliar Usai Lepas Ethereum hingga Dogecoin

Perusahaan Jepang ini hanya menyisakan bitcoin di kas perusahaan setelah melepas Ethereum hingga Dogecoin.

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 03 September 2026, 15:00 WIB
Aset digital kripto Ethereum (ETH). (Foto by AI)

Liputan6.com, Jakarta - Perusahaan publik Jepang Remixpoint melepas seluruh kepemilikan Ethereum, Solana, XRP dan Dogecoin pada 1 September 2026. Hanya tersisa bitcoin dalam kas perusahaan.

Mengutip Yahoo Finance, Kamis (3/9/2026), berdasarkan pengumuman perseroan di situsnya, aset-aset itu terjual senilai 878,81 juta yen atau US$ 4,47 juta. Nilai itu setara Rp 79,10 miliar (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 17.700) dibandingkan dengan nilai buku 761,04 juta yen atau US$ 3,87 juta (Rp 67,25 miliar). Remixpoint mencatat keuntungan 117,77 juta yen atau US$ 598.400 (Rp 10,59 miliar). Keuntungan itu akan dibukukan sebagai pendapatan segmen bisnis pada kuartal kedua tahun fiskal yang berakhir 31 Maret 2027.

Ethereum menghasilkan keuntungan sebesar 60.203.121 yen atau Rp 6,73 miliar (asumsi kurs yen terhadap rupiah 112). Solana menyumbang 49.304.898 yen atau Rp 5,51 miliar. Sementara XRP menghasilkan 11.523.717 yen atau Rp 1,29 miliar. Dogecoin menjadi satu-satunya aset yang mencatatkan kerugian, yakni sebesar 3.259.087 yen atau Rp 364,86 juta.

Sebelum penjualan tersebut, kepemilikan Ethereum dan Solana perusahaan telah menghasilkan total imbalan staking sebesar 29.874.959 atau Rp 3,34 miliar.

Remixpoint menyatakan keputusan untuk melepas aset-aset altcoin tersebut diambil setelah mempertimbangkan kondisi pasar, profil risiko dan imbal hasil masing-masing aset, serta strategi keuangan perusahaan.

"Setelah mempertimbangkan secara menyeluruh kondisi pasar, karakteristik risiko dan imbal hasil dari setiap mata uang kripto," tulis perusahaan tersebut, "serta strategi keuangan perusahaan dan faktor-faktor lainnya, perusahaan memutuskan untuk menjual seluruh altcoin yang dimilikinya."

Kebijakan mata uang kripto perusahaan kini akan berfokus pada Bitcoin; sebuah perubahan yang menurut perusahaan akan memperjelas pendekatan mereka dan meningkatkan efisiensi modal.

Aktivitas pinjam-meminjam Bitcoin menghasilkan biaya (fee) sebesar 14,92055902 BTC dalam periode 24 Februari hingga 31 Agustus. Nilai dari biaya tersebut adalah sebesar 164.218.522 yen atau Rp 18,38 miliar.

Menurut Bitcoin Treasuries, perusahaan tersebut kini memegang 1.501 BTC senilai US$ 116,1 juta atau Rp 2,05 triliun, menempatkan Remixpoint di peringkat ke-38 dalam daftar perusahaan publik pemegang Bitcoin. Perbedaan angka total ini mencerminkan data yang dilaporkan pada tanggal yang berbeda.

 

Aksi Perusahaan Terkait Kripto

Ilustrasi bitcoin dan ethereum (Foto: Unsplash/Thought Catalog)

Aksi pembelian Bitcoin oleh perusahaan korporat telah meningkat pesat dalam beberapa minggu terakhir seiring langkah perusahaan publik dalam menggalang modal dan mengalokasikan porsi lebih besar dari cadangan mereka ke dalam aset tersebut.

Pada April, Metaplanet menambah kepemilikan sebesar 5.075 BTC, sehingga total kepemilikannya menjadi 40.177 BTC. Pada Agustus, perusahaan asal Jepang tersebut sepakat untuk menyetorkan 2.100 BTC dan uang tunai sebesar US$ 2,5 juta atau Rp 44,24 miliar kepada Super League Enterprises. Masih pada Agustus, Zhibao Technology menerima 2.380 BTC melalui penempatan saham privat senilai US$ 154,7 juta atau Rp 2,73 triliun yang didanai langsung menggunakan Bitcoin.

Kemudian pada bulan yang sama, Strive membeli 1.110 BTC senilai US$ 81,5 juta atau Rp 1,44 triliun, lalu menambah lagi 1.800 BTC dengan nilai sekitar US$ 143 juta atau Rp 2,53 triliun. Pada akhir Agustus, Strategy membeli 4.603 BTC senilai US$ 369,7 juta atau Rp 6,54 triliun, sekaligus mengakhiri jeda pembelian Bitcoin yang berlangsung selama kurang lebih dua bulan.

 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya