Penyebab Macet Horor di Pelabuhan Ketapang

Kemacetan mengular hingga 12 km.

oleh Hermawan ArifiantoDiterbitkan 02 September 2026, 19:44 WIB
Pelabuhan Ketapang Banyuwangi

Liputan6.com, Jakarta - Kemacetan kendaraan mengular sepanjang 12 kilometer menuju Pelabuhan Ketapang, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. ​Pemicu utama adalah proyek revitalisasi infrastruktur yang sedang berlangsung, yakni peningkatan kapasitas Dermaga 2 Pelabuhan Gilimanuk dan dermaga ponton Pelabuhan Ketapang menjadi movable bridge (MB) berkapasitas 50 ton.

Selama masa pekerjaan, operasional dermaga belum berjalan 100 persen, sehingga jumlah kapal yang beroperasi berkurang dari kondisi normal (28 kapal) menjadi 25 kapal.

​Direktur Utama ASDP Heru Widodo menegaskan bahwa langkah tanggap darurat telah diambil melalui koordinasi intensif bersama regulator dan pemangku kepentingan setempat.

​“Kami memaksimalkan pengoperasian kapal berkapasitas besar, termasuk mengerahkan kapal bantuan untuk mempercepat penguraian antrean. Evaluasi dan perbaikan terus kami lakukan agar layanan pada lintasan vital ini tetap optimal,” ujar Heru, Rabu (2/9/2026).

​Untuk memangkas waktu sandar dan mempercepat alur bongkar muat, ASDP menyiagakan tiga kapal bantuan dengan pola tiba-bongkar-berangkat (TBB).

​General Manager ASDP Cabang Ketapang, Media Syahrianto, merinci pembagian skema taktis di lapangan. Di Pelabuhan Gilimanuk,  KMP Atayana dan KMP Portlink VII dioperasikan penuh dengan skema TBB. Sedangkan di Pelabuhan Ketapang, KMP Liputan XII dikhususkan melayani skema TBB untuk memicu pergerakan kendaraan secara bertahap.

​“Skema TBB ini mempercepat waktu rotasi kapal secara signifikan sehingga penumpukan kendaraan dapat terurai lebih cepat,” jelas Media.

​ASDP mengimbau para calon penumpang untuk mengatur ulang waktu perjalanan dan mengantisipasi potensi keterlambatan. Pengguna jasa dimohon tetap tertib dan mengikuti arahan petugas teknis di lapangan.

​Menanggapi kekhawatiran masyarakat terkait keterlambatan masuk pelabuhan, ASDP memberikan kepastian hukum dan kenyamanan bagi para pemilik tiket.

​“Pengguna jasa tidak perlu khawatir tiketnya hangus akibat antrean ini. Dalam kondisi force majeure, seluruh tiket yang sudah dibeli tetap berlaku dan akan dilayani sesuai ketentuan,” tegas Media.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya