Liputan6.com, Jakarta - Investor Lo Kheng Hong terungkap memiliki saham PT Bekasi Fajar Industrial Estate Tbk (BEST), emiten bergerak di usaha pembangunan dan pengelolaan kawasan industri dan properti sejak 2025.
Lo Kheng Hong memiliki 196.833.600 saham BEST atau setara 2,04% per 31 Agustus 2026. Ia membeli saham BEST lantaran murah. "Saham BEST murah,” ujar Lo Kheng Hong saat dihubungi Liputan6.com, Rabu (2/9/2026).
Advertisement
Jika melihat data RTI, price earning ratio (PER) saham BEST mencapai 4,43 kali secara tahunan dengan earning per share (EPS) 30.
Berdasarkan data RTI, harga saham BEST turun 1,48% menjadi Rp 133 per saham. Harga saham BEST dibuka stagnan di Rp 135 per saham. Saham BEST berada di level tertinggi Rp 137 dan terendah Rp 130 per saham. Total frekuensi perdagangan 2.921 kali dengan volume perdagangan saham 584.777 saham. Nilai transaksi harian Rp 7,8 miliar.
Mengutip laporan keuangan yang disampaikan dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), perseroan meraup pendapatan Rp 380,42 miliar hingga Juni 2026. Pendapatan naik 303,35% dari periode sama tahun sebelumnya Rp 94,31 miliar.
Beban pokok pendapatan naik 225,47% menjadi Rp 135 miliar dari periode sama tahun sebelumnya Rp 41,47 miliar. Laba bruto bertambah 364,49% menjadi Rp 245,42 miliar hingga Juni 2026 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 52,83 miliar.
Perseroan mencatat beban penjualan naik menjadi Rp 3,46 triliun hingga semester I 2026 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 1,89 triliun. Beban umum dan administrasi turun menjadi Rp 59,89 miliar hingga semester I 2026 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 61,73 miliar.
Beban keuangan susut menjadi Rp 34,41 miliar hingga semester I 2026 dari semester I 2025 sebesar Rp 49,77 miliar. Pendapatan lain-lain naik menjadi Rp 7,13 miliar hingga Juni 2026 dari periode sama tahun sebelumnya 4,88 miliar.
Laba Perseroan
Perseroan mencatat laba periode berjalan Rp 144,31 miliar hingga Juni 2026 dari periode sama tahun sebelumnya rugi Rp 58,53 miliar. Perseroan juga membukukan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp 144,32 miliar hingga 30 Juni 2026 dari periode sama tahun sebelumnya rugi Rp 58,52 miliar.
Seiring hal itu, kinerja laba per saham dasar mencapai Rp 14,96 dari periode sama tahun sebelumnya rugi Rp 6,07.
Ekuitas perseroan naik menjadi Rp 4,60 triliun hingga Juni 2026 dari Desember 2025 sebesar Rp 4,45 triliun. Liabilitas turun menjadi Rp 1,17 triliun hingga 30 Juni 2026 dari Desember 2025 sebesar Rp 1,34 triliun. Aset perseroan turun menjadi Rp 5,77 triliun hingga 30 Juni 2026 dari Desember 2025 sebesar Rp 5,80 triliun. Perseroan kantongi kas dan setara kas Rp 409,50 miliar hingga 30 Juni 2026 dari Desember 2025 Rp 349,88 miliar.