Kebakaran Besar Ratakan Permukiman Bedeng Denpasar

Belasan kendaraan hangus dalam kebakaran.

oleh Moh KadafiDiterbitkan 02 September 2026, 18:00 WIB
kebakaran di Denpasar

Liputan6.com, Jakarta - Kebakaran hebat melanda permukiman bedeng dan gudang rongsokan di Jalan Nakula Gang Jatayu, Banjar Margaya, Desa Pemecutan Kelod, Kecamatan Denpasar Barat, Kota Denpasar, Bali. Belasan motor dan dua mobil hangus.

Kasi Humas Polresta Denpasar Iptu I Gede Adi Saputra Jaya mengatakan, total luas permukiman kurang lebih tiga hektare.

"Dan ada 11 unit sepeda motor, tiga unit sepeda gayung, barang bekas atau rongsokan, rumah semi permanen beserta barang-barang peralatan rumah tangga, surat-surat penting dan peralatan elektronik milik para korban," kata Adi Saputra, Rabu (2/9/2026).

Dia menyebutkan, pada Selasa (1/9/2026) pukul 15.13 WITA titik api muncul di pada bagian barat. Namun, api tersebut ditangan oleh petugas pemadam kebakaran (PMK) yang standby di lokasi.

"Namun karena angin cukup kencang api membesar kembali dan merembet ke sekitarnya. Selanjutnya disusul armada PMK Kota Denpasar dibantu oleh PMK Kabupaten Badung kembali merapat ke TKP untuk melakukan penanganan lebih lanjut," imbuhnya.

Kemudian, di hari yang sama sekitar pukul 18.00 WITA, ada dua unit bangunan rumah semi permanen milik Niman, yang posisinya di sebelah barat dekat lokasi munculnya titik api turut terbakar, di mana sebelumnya rumah tersebut tidak terdampak dan akhirnya berhasil kembali dipadamkan.

"Hingga saat ini petugas PMK Kota Denpasar masih melakukan upaya pemadaman di TKP dibantu oleh dua unit eksavator untuk membongkar puing di TKP. Saat pukul 00.50 WITA petugas PMK Kota Denpasar dan Badung masih berupaya memadamkan api di sisa reruntuhan," ujarnya.

Sebelumnya, peristiwa kebakaran terjadi di bangunan bedeng sekaligus gudang rongsokan di Jalan Nakula, Gang Jatayu.

Kasi Humas Polresta Denpasar Iptu I Gede Adi Saputra Jaya mengatakan, kebakaran pada Senin (31/8/2026) sekitar pukul 22.30 WITA.

"Untuk penyebab kebakaran masih dalam proses penyelidikan Polsek Denpasar Barat dan Polresta Denpasar," kata Iptu Adi Saputra.

Penyebab kebakaran itu, diduga kuat dipicu oleh kebocoran gas dari salah satu tabung gas di bedeng warga sebelum akhirnya merembet ke bedeng lainnya.

"Muncul api dari salah satu bedeng. Di mana itu diperkirakan dari gas sehingga merembet ke bedeng-bedeng yang lain," kata Kapolresta Denpasar Kombes Pol Leonardo David Simatupang.

Ia menyebutkan, di kawasan tersebut banyak tumpukan-tumpukan barang rongsokan muda terbakar dan merambat ke seluruh barang-barang bekas yang ada.

"Untuk sementara kita lakukan penyelidikan. Dan informasi sementara tidak ditemukan ada korban jiwa," imbuhnya.

 

Ia menyebutkan, untuk kesulitan memadamkan api saat kebakaran karena adanya tumpukan barang-barang rongsokan, sehingga yang terbakar di atas dan dibawanya masih ada barang.

"Kami akan datangkan alat berat dan bekerjasama dengan PU Kota Denpasar dan Pemda Kabupaten Badung. Sehingga alat berat nanti untuk bisa menggeser barang-barang itu dan bawahnya bisa dipadamkan oleh petugas pemadam kebakaran," ujarnya.

Sementara, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Denpasar, I Made Tirana, menyebut proses pemadaman api yang membakar bedeng hingga gudang barang rongsok bisa memakan waktu hingga dua sampai tiga hari ke depan.

"Kami masih menunggu alat berat, mudah-mudahan kalau alat beratnya cepat datang, kami bisa cepat tangani. Kurang lebih dua sampai tiga hari," ujar Tirana.

Kemudian, sejak Senin (31/9/2026) malam, Dinas Damkar Kota Denpasar dan Kabupaten Badung sudah mengerahkan 12 unit mobil pemadam kebakaran serta dua unit mobil rescue. Api sempat padam pada dini hari, tapi kembali berkobar pada pagi harinya.

Selain kendala utama petugas di lapangan adalah masih banyaknya titik api yang tertimbun seng di bawah tumpukan rongsokan. Oleh karena itu, pengerahan alat berat berupa ekskavator sangat dibutuhkan untuk membongkar material tersebut.

"Sekarang kami menunggu alat berat ekskavator untuk menggaruk biar bisa (barang) yang di bawah itu naik dan kita semprot lagi," ujarnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya