Genap 20 Tahun, PANDI Targetkan 2 Juta Pengguna .id pada Akhir 2026

PANDI berkomitmen untuk terus mendorong pertumbuhan industri domain nasional.

oleh IskandarDiterbitkan 02 September 2026, 16:53 WIB
Wakil Ketua PANDI Bidang Organisasi dan Keuangan, Andi Muhammad Natsir Amal; Ketua PANDI, Isnawan Aslam; Wakil Ketua PANDI bidang Teknis dan Administrasi Registri, Ery Puntha Hendraswara. Liputan6.com/Iskandar

Liputan6.com, Jakarta - Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI) mencatatkan sejumlah pencapaian signifikan dalam perjalanannya yang kini menginjak usia 20 tahun.

Organisasi nirlaba tersebut berkomitmen untuk terus mendorong pertumbuhan industri domain nasional, baik melalui peningkatan jumlah pengguna domain .id maupun pengoperasian ekstensi domain baru di Indonesia.

Wakil Ketua PANDI Bidang Organisasi dan Keuangan, Andi Muhammad Natsir Amal, menyampaikan bahwa kinerja domain .id menunjukkan tren positif dalam beberapa tahun terakhir.

Pada 2020, penggunaan domain .id berhasil melampaui pertumbuhan domain di Vietnam dan menempati peringkat pertama di kawasan Asia Tenggara. Tren berlanjut hingga 2024, di mana penggunaan domain .id di dalam negeri tercatat berhasil melampaui domain berkategori .com.

"Sekarang jumlah penggunaan domain .id sudah lebih dari 1.573.000. Target kami di 2026 bisa menembus 2.000.000 pengguna. Kami bekerja berbasis target untuk memastikan pertumbuhan ini terus berjalan," ujar Natsir di konferensi pers 20 Tahun PANDI di Jakarta, Selasa (1/9/2026).

Meski telah mencapai lebih dari 1,5 juta pengguna, Natsir menyoroti bahwa capaian tersebut masih belum menembus angka 1 persen dari total populasi Indonesia.

"Ke depan, PANDI membidik potensi pasar yang lebih besar dengan mengincar penetrasi domain .id hingga mencapai 5 persen dari jumlah penduduk," tutur Natsir.

 

24 Registrar

Untuk menopang operasional dan jangkauan pemasaran, PANDI saat ini didukung oleh infrastruktur Sistem Nama Domain (DNS) yang tersebar di 15 negara serta bekerja sama dengan 24 mitra registrar. Natsir menegaskan bahwa PANDI tidak menjual nama domain secara langsung kepada pengguna akhir.

"PANDI tidak menjual domain secara langsung, melainkan melalui agen-agen resmi yaitu 24 registrar. Para mitra inilah yang bertugas memasarkan nama domain kita ke masyarakat," ia menjelaskan.

Selain mengelola domain .id, selama dua dekade kiprahnya, PANDI juga aktif memberikan konsultasi dan pendampingan bagi pembentukan registry baru. Salah satu hasil pendampingan tersebut adalah pendaftaran generic Top-Level Domain (gTLD) baru, yakni .bali, yang akan segera beroperasi.

Ekspansi Domain Baru

PANDI juga tengah menyiapkan peluncuran ekstensi berbasis wilayah lainnya seperti .jakarta dan .bandung dalam waktu dekat.

Langkah ekspansi ini dilakukan demi memperluas ekosistem dan memastikan industri domain di Indonesia tidak hanya bertumpu pada satu ekstensi saja. Menurut Natsir, penguatan ekosistem ini merupakan bagian dari peran mendasar PANDI sebagai lembaga nirlaba.

"Ini penting bagi kita agar industri domain bisa terus berkembang dan tumbuh. Tidak hanya ada satu-satunya domain di Indonesia. Sebagai organisasi nirlaba, salah satu peran PANDI adalah mendorong pertumbuhan industri digital di Tanah Air," ia memungkaskan.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya