Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Perdagangan (Kemendag) meluncurkan Trade Corporate University (Trade CorpU) yang merupakan sistem pembelajaran terintegrasi untuk pengembangan kompetensi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kemendag serta peta jalan pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) hingga dua dekade ke depan pada Rabu, (2/9/2026).
Peluncuran ini dipimpin langsung oleh Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso, didampingi Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Rini Widyantini, Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Zudan Arif Fakrulloh, dan Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) Muhammad Taufiq.
Advertisement
Menteri PANRB Rini Widyantini mengapresiasi langkah Kemendag pada acara Peluncuran Trade Corporate University (Trade CorpU) dan Cetak Biru Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Perdagangan menuju Indonesia Emas 2045.
Rini menilai, dua hal itu saling melengkapi. Cetak biru memberi arah kompetensi apa yang dibutuhkan ASN perdagangan dalam lima hingga 10 tahun ke depan, sementara Trade CorpU jadi instrumen yang memperkuat pencapaiannya di lapangan.
"Ini adalah sesuatu hal yang tidak dipisahkan antara cetak biru SDM dan corporate university," ujar Rini di Auditorium Kemendag, Jakarta.
ASN Dituntut Jadi "Future Ready Trade Talent"
Rini menyampaikan, perubahan geopolitik, digitalisasi, hingga kecepatan adopsi kecerdasan buatan (AI) mengubah lanskap perdagangan secara signifikan. Kondisi ini menuntut ASN Kemendag mampu beradaptasi cepat agar tetap relevan. Hal ini yang ia sebut sebagai future ready trade talent.
Menteri PANRB Sebut 4 Kapabilitas ASN Perdagangan
Ia merinci empat kapabilitas strategis yang perlu dikembangkan ASN perdagangan ke depan, yakni kebijakan dan negosiasi dagang, pengembangan pasar ekspor, digitalisasi data, serta kepemimpinan. Kapabilitas ini disusun berdasarkan peta kompetensi yang sebelumnya telah disampaikan Sekretaris Jenderal Kemendag ke Kementerian PANRB.
Rini menegaskan, pembelajaran ASN ke depan tidak lagi cukup dilakukan di ruang kelas. Ia meminta agar tempat kerja turut menjadi ruang belajar, sehingga hasil pembelajaran bisa langsung dipakai memperbaiki kinerja organisasi.
Keberhasilan Trade CorpU nantinya tidak diukur dari banyaknya pelatihan yang diselenggarakan atau jumlah sertifikat yang dikantongi ASN, melainkan dari perubahan kompetensi dan dampaknya terhadap kinerja serta manfaat bagi masyarakat, menurut Rini.
"Korpu ini terutama bukan soal gedung, bukan soal platform, bukan soal katalog, tapi ini adalah sebuah cara organisasi itu belajar dari pekerjaannya sendiri," katanya.
Ia berharap Trade CorpU tak berhenti menjadi program seremonial atau dokumen semata, melainkan menjadi agenda seluruh pejabat pimpinan tinggi dan ASN di lingkungan Kemendag, bukan hanya tanggung jawab Badan Pengembangan SDM Perdagangan (BPSDMP).