Liputan6.com, Jakarta - Kedatangan Presiden Prabowo Subianto di Vladivostok, Rusia pada Rabu (2/9/2026) disambut hangat dan akrab oleh sejumlah mahasiswa Indonesia. Mereka membawa bendera Merah Putih tampak antusias menyambut kehadiran Prabowo.
Andini Yuliasari, salah satu mahasiswa Indonesia yang telah empat tahun menempuh pendidikan di Vladivostok, mengaku gugup sekaligus senang dapat bertemu langsung dengan Presiden Prabowo. Baginya, kesempatan tersebut menjadi pengalaman yang berkesan.
Advertisement
"Perasaannya tentu saja deg-degan, merasa senang campur deg-degan karena ini pertama kalinya bisa bertemu Bapak dan diberikan kesempatan untuk salaman sama Bapak. Buat saya itu sangat berkesan," kata Andini dikutip dari siaran pers Sekretariat Presiden, Rabu (2/9/2026).
Menurut dia, kehadiran Presiden Prabowo di Vladivostok menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Indonesia. Andini menilai keikutsertaan Presiden dalam Eastern Economic Forum (EEF) ke-11 dapat semakin mempererat hubungan Indonesia dan Rusia.
"Ini menurut saya bisa membuat Indonesia dan Rusia menjadi lebih dekat lagi," ungkapnya.
"Semoga tentunya Bapak sehat selalu, semoga juga Bapak bisa membuat Indonesia menjadi lebih baik lagi ke depannya," sambung Andini.
Sementara itu, Kiki Rizki Agustiani, mahasiswa pascasarjana psikologi, mengaku antusias dapat menyambut langsung Presiden Prabowo. Kiki yang telah tiga tahun tinggal di Vladivostok menyebut kedatangan Prabowo menjadi pengalaman pertamanya melihat langsung Presiden Indonesia di kota tersebut.
“Jujur ini senang banget karena pengalaman pertama saya juga. Dan saya di Rusia ini di Vladivostok, untuk Presiden yang pertama kali datang setelah sekian lama yaitu Pak Prabowo,” ujarnya.
Kiki pun menyampaikan pesan kepada Presiden Prabowo agar terus semangat dalam mengemban amanah sebagai pemimpin bangsa Indonesia. Dia juga mengungkapkan rasa bangganya terhadap Presiden Prabowo.
"Semangat terus, Bapak. Saya selalu berpikir positif sama Bapak. Saya bangga punya Presiden seperti Bapak Prabowo," ucap Kiki.
Jadi Tamu Kehormatan
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto, bertolak menuju Vladivostok, Rusia, Selasa, 1 September 2026. Prabowo diagendakan menghadiri Eastern Economic Forum (EEF) ke-11 sebagai tamu kehormatan utama yang digelar di Far Eastern Federal University (FEFU).
Prabowo bersama rombongan terbatas lepas landas dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, sekitar pukul 23.20 WIB.
Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menyampaikan Presiden Prabowo diundang secara khusus oleh Presiden Rusia Vladimir Putin menjadi tamu kehormatan utama EEF.
Menurut dia, kehadiran Prabowo menunjukkan semakin eratnya hubungan Indonesia- Rusia sekaligus posisi strategis Indonesia yang semakin diperhitungkan di kawasan Asia-Pasifik dan dunia.
"Presiden Putin secara khusus mengundang Bapak Presiden Prabowo sebagai tamu kehormatan utama EEF. Ini merupakan cerminan hubungan erat Indonesia dan Rusia yang terus dibangun dan diperkuat melalui diplomasi langsung kedua pemimpin," jelas Teddy dalam keterangannya, Rabu (2/9/2026).
"Ini kali kedua Presiden Prabowo dipercaya menjadi tamu kehormatan dalam forum ekonomi internasional yang diselenggarakan oleh Rusia, setelah sebelumnya pada tahun lalu hadir dalam St. Petersburg International Economic Forum (SPIEF)," sambungnya.
Teddy mengatakan Rusia menempatkan Indonesia sebagai salah satu mitra penting dan strategis di kawasan Asia-Pasifik. Indonesia juga dipandang sebagai anggota ASEAN yang memiliki peran penting, sekaligus salah satu representasi utama Global South dan dunia Muslim.
"Indonesia dipandang Rusia sebagai salah satu mitra utama dan strategis di Asia-Pasifik, anggota ASEAN yang dihormati, serta salah satu negara penting yang merepresentasikan Global South dan dunia Muslim. Ini menunjukkan posisi strategis Indonesia dalam percaturan global," tutur Teddy.
Menurut dia, kehadiran Prabowo di Vladivostok juga akan dimanfaatkan untuk mendorong kerja sama bilateral yang semakin konkret dan saling menguntungkan antara Indonesia dan Rusia. Khususnya di bidang ekonomi, perdagangan, investasi, energi, dan sektor strategis lainnya.
"Politik luar negeri Indonesia tetap bebas aktif. Bapak Presiden Prabowo membangun hubungan baik dengan semua negara, memperluas persahabatan, sekaligus memastikan diplomasi Indonesia menghasilkan manfaat konkret bagi kepentingan nasional dan kesejahteraan rakyat," jelas Teddy.