Dua Penyebab Paling Banyak Picu Kebakaran di Jakarta

BPBD Jakarta melaporkan 457 kejadian kebakaran di Jakarta selama Juli hingga Agustus 2026.

oleh Winda NelfiraDiterbitkan 02 September 2026, 11:02 WIB
Petugas pemadam kebakaran melakukan pendinginan ruang gudang yang terbakar di SDN Srengseng sawah 04, Jakarta Selatan, kamis, 06 Agustus 2026. (KLY/ Arie Basuki)

Liputan6.com, Jakarta - Korsleting listrik menjadi penyebab yang paling dominan memicu kebakaran di Jakarta sepanjang Juli hingga Agustus 2026.

Selain korsleting, pembakaran sampah dan kelalaian membuang puntung rokok juga menjadi penyebab kebakaran selama periode tersebut.

“Dugaan yang paling dominan adalah penyebabnya korsleting listrik, kemudian yang kedua adalah pembakaran sampah dan juga ada beberapa yang terjadi karena keteledoran orang membuang puntung rokok dan sebagainya,” kata Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung saat Apel Jaga Jakarta Kesiapsiagaan Musim Kemarau 2026 di Monas, Jakarta, Rabu (2/9/2026).

Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, terdapat 457 kejadian kebakaran di Jakarta selama Juli hingga Agustus 2026. Dari jumlah tersebut, sekitar 240 kejadian berlangsung sepanjang Agustus.

Tingginya angka kebakaran menjadi perhatian Pemprov DKI Jakarta di tengah musim kemarau dan fenomena El Nino.

Pramono mengatakan berdasarkan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), puncak musim kemarau berlangsung pada Agustus hingga September 2026.

Menurut Pramono, kondisi cuaca yang semakin panas dan kering berpotensi meningkatkan risiko kebakaran, terutama di kawasan permukiman padat.

Karena itu, Pemprov DKI memperkuat upaya mitigasi untuk mencegah kebakaran dan mengurangi dampaknya.

 

Langkah Antisipasi Kebakaran

Salah satu langkah yang dilakukan adalah memastikan ketersediaan alat pemadam api ringan (APAR) di setiap RW. Pramono meminta perangkat di tingkat wilayah memiliki kesiapan untuk melakukan penanganan awal ketika terjadi kebakaran.

“Sedangkan untuk APAR, saya meminta setiap RW memilikinya. Dan karena ini program sudah berjalan, saya yakin sekarang setiap RW sudah memilikinya,” kata Pramono.

Pemprov DKI juga mengajak masyarakat berperan aktif mencegah kebakaran dari lingkungan masing-masing. Warga diminta menggunakan air secara bijak, menjauhkan lingkungan dari sumber api, tidak membuang puntung rokok sembarangan, serta memastikan ketersediaan APAR.

“Kepada masyarakat, bersama kita jaga lingkungan masing-masing, mulai dengan menggunakan air secara bijak, menjaga lingkungan dari sumber api, tidak membuang putung rokok sembarangan, dan memastikan ketersediaan APAR serta segera melaporkan kepada aparat apabila terdapat potensi kebakaran,” tandasnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya