5 Momen Emas Lionel Messi di Timnas Argentina

Lionel Messi resmi pensiun dari Timnas Argentina. Ini lima momen emas yang membentuk karier internasionalnya.

oleh Arif Anggara MulyaDiterbitkan 01 September 2026, 23:52 WIB
Pemain Argentina Lionel Messi meninggalkan lapangan setelah laga Grup J Piala Dunia 2026 antara Argentina vs Austria di Arlington, Texas, dekat Dallas, Senin, 22 Juni 2026. (AP Photo/Tony Gutierrez)

Liputan6.com, Jakarta - Lionel Messi resmi menutup karier internasionalnya bersama Timnas Argentina. Kapten La Albiceleste itu mengumumkan keputusan pensiun pada Senin (31/8/2026) dan menggambarkan perjalanannya bersama tim nasional sebagai pengalaman yang luar biasa.

Selama 21 tahun membela Argentina, Messi mengangkat satu trofi Piala Dunia, dua gelar Copa America, serta dua kali meraih Golden Ball Piala Dunia. Ia juga menorehkan 21 gol di ajang Piala Dunia, menjadikannya pencetak gol terbanyak kedua dalam sejarah turnamen tersebut.

Di fase-fase akhir kariernya, Messi tetap tampil pada level tertinggi dan berperan penting dalam perkembangan skuad Argentina. Dari sekian banyak jejak yang ia tinggalkan, berikut lima momen yang menandai perjalanan internasionalnya.


2006: Debut di Panggung Piala Dunia

Lionel Messi masuk dalam daftar pemain muda yang sempat mengebohkan dunia. Pemain asal Argentina yang kala itu baru berusia 18 tahun sukses membuat pecinta sepakbola tercengan berkat aksi di lapangan saat berlaga di Piala Dunia 2006. (AFP/Jung Yeon-Je)

Setahun setelah menerima panggilan pertama ke tim senior, Messi mencicipi Piala Dunia 2006 dalam usia 18 tahun. Statusnya saat itu adalah talenta muda yang sudah menarik perhatian publik sepak bola dunia.

Debut Piala Dunia datang pada laga fase grup melawan Serbia. Masuk sebagai pemain pengganti, ia hanya membutuhkan 13 menit untuk mencetak gol.

Gol tersebut menjadi satu-satunya kontribusi golnya dari tiga pertandingan yang ia jalani pada turnamen itu, namun momen ini menandai awal kiprahnya di panggung Piala Dunia.


2008: Emas Olimpiade Beijing

Bersama Timnas Argentina, ia sukses meraih 2 gelar di level yunior, yaitu juara Piala Dunia U-20 edisi 2005 dan 2007. Bersama Timnas Argentina U-23 ia juga sukses meraih medali emas Olimpiade 2008 bersama Lionel Messi. (AFP/Franck Fife)

Gelar internasional besar pertama hadir di Olimpiade Beijing 2008. Messi bergabung dengan Argentina U-23 yang berhasil mempertahankan medali emas.

Keikutsertaannya sempat diragukan karena Barcelona awalnya menolak melepas pemain berusia 21 tahun tersebut. Situasi berubah setelah Pep Guardiola, yang baru menukangi Barcelona, mengizinkannya tampil.

Argentina menuntaskan turnamen tanpa kekalahan dan menyapu bersih enam kemenangan. Messi tampil dalam lima laga, mencetak dua gol, dan pulang dengan medali emas—gelar besar pertamanya bersama negara.


2014: Golden Ball di Brasil

Lionel Messi (kanan) tertunduk lesu usai mendapat trofi Golden Ball di Piala Dunia 2014, Brasil, Senin (14/7/14). (AFP PHOTO/Juan Mabromata)

Usai tersingkir di perempat final pada 2010, Argentina datang ke Brasil 2014 dengan ekspektasi besar. Messi menjadi poros permainan pada fase grup dengan empat gol dalam tiga pertandingan.

La Albiceleste melaju mulus hingga final melalui lima kemenangan beruntun pada fase gugur.

Titel juara urung diraih karena kalah 0-1 dari Jerman. Meski demikian, Messi dinobatkan sebagai pemain terbaik turnamen dan menerima Golden Ball.

Lanjut Baca:

Penantian panjang berakhir pada 2022. Argentina menaklukkan Prancis lewat adu penalti di final yang dramatis untuk mengamankan gelar Piala Dunia ketiga, sekaligus yang pertama dalam 36 tahun. Sepanjang turnamen, Messi tampil menentukan dengan koleksi tujuh gol dan tiga assist. Perannya krusial mengantar Argentina ke partai puncak. Di final, Kylian Mbappe memaksa laga berlanjut ke perpanjangan waktu dan adu penalti, namun Argentina akhirnya keluar sebagai pemenang.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya