Sinabung Erupsi, Lion Group Peringatkan Gangguan Penerbangan di Kualanamu

Abu vulkanik Sinabung terancam ganggu penerbangan Kualanamu. Maskapai Lion Group bakal alihkan rute demi keselamatan.

oleh Reza EfendiDiterbitkan 01 September 2026, 17:00 WIB
Lion Group Peringatkan Gangguan Penerbangan di Kualanamu. (Istimewa)

Liputan6.com, Jakarta - Erupsi Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, mulai membayangi aktivitas penerbangan dari dan menuju Bandara Internasional Kualanamu, Deli Serdang. Abu vulkanik hasil letusan yang membumbung tinggi berpotensi menyebar ke jalur penerbangan maupun kawasan bandara jika terbawa angin.

Mengingat sebaran abu vulkanik sangat bergantung pada intensitas erupsi, kondisi atmosfer, serta arah dan kecepatan angin, situasi di lapangan dapat berubah sewaktu-waktu. Dampaknya, jadwal penerbangan berisiko mengalami penyesuaian mendadak demi menjamin keselamatan udara.

Menghadapi potensi gangguan alam ini, maskapai Lion Group menegaskan komitmennya untuk mengutamakan keselamatan penumpang di atas segalanya. Operational penerbangan dari dan menuju Kualanamu sewaktu-waktu dapat mengalami penundaan jadwal, pengalihan rute, hingga pembatalan penerbangan.

Seluruh keputusan operasional tersebut diambil berdasarkan hasil pemantauan fakta di lapangan serta koordinasi intensif bersama pengelola bandara, otoritas penerbangan, dan lembaga pemantau abu vulkanik.

Ancaman abu vulkanik terhadap moda transportasi udara jauh lebih berbahaya ketimbang cuaca buruk biasa. Partikel abu yang masuk ke ruang udara tidak hanya memperburuk jarak pandang pilot secara drastis, tetapi juga berisiko merusak mesin dan komponen vital pesawat. Oleh karena itu, Lion Group menegaskan tidak akan memaksakan pesawat melintasi kawasan yang terindikasi terpapar material vulkanik.

Tidak Ada Kepastian Jadwal

Gunung Sinabung mengeluarkan erupsi asap tebal ke udara di Karo, Sumatera Utara / AFP)

Manajemen Lion Group menjelaskan bahwa kepastian jadwal penerbangan tidak bisa hanya diukur dari kondisi cuaca saat pesawat hendak lepas landas di bandara asal. Evaluasi keselamatan wajib dilakukan secara menyeluruh, mencakup analisis ruang udara di sepanjang rute hingga kondisi di bandara tujuan.

"Kondisi akibat erupsi gunung api merupakan force majeure, yaitu keadaan di luar kendali dan kemampuan maskapai Lion Group yang terjadi karena faktor alam atau keadaan luar biasa sehingga dapat memengaruhi pelaksanaan penerbangan," ucap Corporate Communications Strategic of Lion Group, Danang Mandala Prihantoro dalam keterangan resmi, Selasa (1/9/2026).

Hingga saat ini, Lion Group terus berkoordinasi erat dengan berbagai pihak terkait untuk memantau pergerakan abu vulkanik Gunung Sinabung, dinamika cuaca, serta kesiapan operasional Bandara Kualanamu.

Seluruh penyesuaian jadwal akan dilakukan secara dinamis mengikuti pembaruan informasi keselamatan udara terkini. Para calon penumpang pun diimbau untuk memaklumi kondisi force majeure ini dan berkala mengecek status penerbangan mereka melalui saluran resmi maskapai.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya