Tarif 50 Persen Trump Ancam Toyota dan Honda Tutup Pabrik di Kanada

Kebijakan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump terkait tarif 50 persen bisa jadi ancaman serius bagi Toyota dan Honda

oleh Arief AszhariDiterbitkan 02 September 2026, 07:10 WIB
Buntut penghentian produksi sementara, konsumen Toyota di Jepang harus rela inden lebih lama.

Liputan6.com, Jakarta - Kebijakan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, yang berencana memberlakukan tarif 50 persen untuk mobil produksi Kanada yang masuk ke pasar Negeri Paman Sam, bisa jadi ancaman serius bagi Toyota dan Honda.

Disitat Automotive News, kedua produsen otomotif Jepang tersebut diperkirakan harus menanggung beban biaya yang sangat besar, akibat rencana penerapan tarif yang berlaku mulai 1 Januari 2027 ini.

Langkah tersebut dinilai akan berdampak langsung kepada pabrik-pabrik Toyota dan Honda di Kanada, mengingat lebih dari 75 persen kendaraan yang diproduksi di negara tersebut berasal dari dua merek Negeri Sakura ini.

Tahun lalu, sekitar 17 persen penjualan Toyota di AS berasal dari mobil rakitan Kanada, sementara Honda mencapai hampir seperempat dari total penjualan.

Para analis menilai kebijakan ini dapat memaksa kedua perusahaan memangkas, bahkan menghentikan sebagian lini produksi di Kanada.

Sebagai gantinya, Toyota dan Honda harus mencari cara untuk memenuhi permintaan pasar AS melalui pabrik domestik, atau mengalihkan produksi ke fasilitas lain, meski proses tersebut tidak mudah dan membutuhkan biaya besar.

Tekanan tersebut datang ketika industri otomotif Jepang juga sedang menghadapi persaingan ketat dari produsen mobil listrik asal China yang semakin agresif di pasar global.

Kombinasi tarif tinggi dan kompetisi global, membuat ruang gerak para pabrikan semakin terbatas.

Kanada Terancam Kehilangan Ratusan Ribu Lapangan Kerja

Dampak kebijakan ini tidak hanya dirasakan produsen mobil, tetapi juga industri otomotif Kanada secara keseluruhan.

Sektor tersebut mempekerjakan sekitar 427 ribu orang, dan mampu memproduksi sekitar 1,2 juta unit kendaraan setiap tahun.

Apabila tarif baru ini benar-benar berlaku, rantai pasok lintas negara yang selama ini menjadi tulang punggung industri diperkirakan akan terganggu.

Toyota sebelumnya telah mengumumkan rencana investasi hingga US$10 miliar atau sekitar Rp 180 triliun dalam lima tahun untuk memperluas operasinya di Amerika Serikat, termasuk pembangunan fasilitas baru senilai US$3,6 miliar atau sekitar Rp 64,8 triliun di Texas.

Sementara itu, arah investasi Honda masih diselimuti ketidakpastian karena menunggu kejelasan mengenai implementasi tarif tersebut, dan masa depan perjanjian perdagangan USMCA.

Hingga kini, para produsen dan pemasok otomotif masih menantikan kepastian apakah kebijakan tarif itu benar-benar akan diberlakukan sesuai rencana.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya