Liputan6.com, Jakarta - Bank Indonesia (BI) turut mengirim bantuan logistik bagi korban bencana gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT). Sebanyak 32,5 ton bantuan tersebut dikirim untuk menyambung harapan korban gempa NTT di berbagai titik yang membutuhkan.
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso mengungkapkan, pihaknya sudah bergerak sejak 24 Agustus 2026 untuk mengumpulkan dan mengirimkan bantuan. Total sebanyak tiga kloter pengiriman puluhan ton bantuan disalurkan melalui posko pengumpulan logistik bantuan bencana NTT di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta.
Advertisement
"Kami tentunya sangat berharap dan juga berdoa supaya ini cepat selesai dan tentunya saudara-saudara di Nusa Tenggara Timur itu dapat cepat pulih dan juga dapat recover secepatnya untuk menjalani kehidupan yang lebih normal lagi," kata Denny, saat mengirim bantuan dari Museum BI, Jakarta Kota, Senin (31/8/2026).
Total sebanyak 32.576,23 kilogram (kg) atau 32,57 ton bantuan yang dikirim BI. Bantuan itu meliputi 18.730 kg sembako, 500 kg peralatan dapur, 750 hygiene kit, dan 327 kg peralatan kesehatan. Lalu, 805,23 kg obat-obatan, 208 kg family kit, 11.096 kg perlengkapan tidur dan shelter, serta 160 kg perlengkapan bayi.
Denny menerangkan uluran tangan ini diharapkan mampu menjadi bantuan menjaga harapan bagi warga terdampak bencana gempa NTT. Bantuan yang diberikan dinilai jadi salah satu bentuk kehadiran masyarakat dan negara terhadap warga yang membutuhkan.
"Kami menyadari bahwa bantuan ini belum dapat menjawab ataupun menggantikan apa yang telah hilang. Namun kami berharap kehadirannya dapat sedikit meringankan beban sekaligus menguatkan hati saudara-saudara kita yang sedang menghadapi masa sulit," tutur Denny.
Dia turut berpesan proses pemulihan pascabencana akan membutuhkan waktu. Maka, diperlukan adanya kerja sama antarpihak.
"Kami ingin menyampaikan satu pesan sederhana kepada masyarakat terdampak: Bapak Ibu tidak sendiri, ada banyak tangan yang ingin membantu, banyak hati yang turut merasakan, dan banyak doa yang terus dipanjatkan kepada Nusa Tenggara Timur," sebutnya.
Jamin Ketersediaan Uang Tunai
Aktivitas ekonomi masyarakat dipastikan bisa berjalan dengan jaminan peredaran uang tunai layak edar di wilayah terdampak gempa NTT. Denny memastikan ketersediaan uang tunai mencukupi, sederet upaya juga telah dilakukan antara BI dan pemangku kepentingan terkait.
"Jadi, kami sudah berkoordinasi juga dengan teman-teman di BI NTT. Artinya, BI tetap berkomitmen untuk selalu menjaga ketersediaan uang tunai di mana pun juga, termasuk di NTT," ucapnya.
Denny lantas meminta masyarakat tak perlu khawatir dan tenang atas kondisi ketersediaan uang tunai di NTT itu. "Oleh sebab itu tentunya kita menyampaikan bahwa tidak perlu ada kekhawatiran dari masyarakat terhadap kebutuhan uang tunai di NTT," pintanya.
Pengiriman Bantuan
Ada tiga termin pengiriman bantuan tersebut. Pengiriman kesatu difokuskan pada kebutuhan mendesak pascakejadian, meliputi obat-obatan, air mineral, makanan siap saji, serta perlengkapan higienitas yang telah dilaksanakan pada Senin malam, 24 Agustus 2026 sebanyak 8,5 ton atau 7 truk penuh.
Pengiriman kedua menyesuaikan kebutuhan fase berikutnya, yakni bahan pangan pokok (beras) dan air mineral yang telah dilaksanakan pada Kamis, 27 Agustus 2026 sebanyak 9,7 ton. Serta pengiriman ketiga berupa tenda, velbed, genset, tambahan obat-obatan dan makanan siap saji yang dilaksanakan pada pagi ini, Senin, 31 Agustus 2026 sebanyak 14,3 ton ke Posko Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di Landasan Udara (Lanud) Halim Perdanakusuma.
Penyaluran bantuan tak berhenti pada posko BNPB, Kantor Perwakilan BI NTT turut serta dalam memberikan bantuan ke masyarakat terdampak. Pada 25 Agustus 2026 lalu, BI Provinsi NTT telah menyerahkan bantuan ke Gubernur NTT.
Pengiriman kesatu telah diberangkatkan ke Maumere pada 26 Agustus 2026 dan pada Kamis, 27 Agustus 2026, Kepala KPw BI Provinsi NTT menyampaikan bantuan dari Bank Indonesia kepada Kepala Pos Pendukung Logistik Nasional BNPB Maumere.
Kedua, pada 28 Agustus 2026 bantuan telah diterima langsung oleh masyarakat terdampak di pulau terluar yakni Pulau Palue di Kabupaten Sikka, Kabupaten Ende, and Kabupaten Nagekeo.
Jadi Harapan Masyarakat
Deputi Bidang Sistem dan Strategi BNPB, Raditya Jati menerangkan bantuan BI melalui BNPB ini bukan kali pertama. BI turut berkontribusi dalam membantu masyarakat kala Indonesia dihadapkan dengan pandemi Covid-19 beberapa tahun lalu. Raditya memandang, puluhan ton bantuan BI kali ini ke NTT juga bisa menjadi sebuah dukungan penting.
"Tentunya ini menjadi bagian dari kepedulian kita bersama bukan hanya mengirimkan dukungan bantuan tapi yang paling penting adalah bagaimana kita memberikan harapan bagi masyarakat NTT yang saat ini memang terdampak oleh bencana dan menghadapi kesulitan," kata dia.
"Intinya Indonesia hadir, pemerintah hadir dan Bapak Ibu sekalian ini juga bagian dari yang mendukung kegiatan BNPB untuk meringankan beban masyarakat yang terdampak," imbuhnya.
(*)