Liputan6.com, Jakarta - Gubernur Terpilih Bank Indonesia (BI), Destry Damayanti, menegaskan bahwa stabilitas ekonomi akan tetap menjadi prioritas utama BI di tengah tingginya ketidakpastian global.
Destry menyatakan BI akan melanjutkan berbagai kebijakan yang telah berjalan baik, sembari menyesuaikan dengan dinamika perekonomian terkini.
Advertisement
"Yang pasti, kalau yang sudah baik dan sesuai dengan perkembangan zaman tentu akan kita lanjutkan. Karena kebijakan itu memang sangat tergantung dengan kondisi yang terjadi," kata Destry di Gedung DPR RI, Selasa (1/9/2026).
Destry menilai ketidakpastian global yang belum mereda menuntut BI untuk terus menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan inflasi demi menciptakan iklim ekonomi yang kondusif.
"Stabilitas itu tetap menjadi prioritas kita. Sebab jika ekonomi stabil—nilai tukar dan inflasi terjaga—tentu akan menciptakan iklim ekonomi yang kondusif agar perekonomian kita bisa tumbuh lebih kuat," ujar Destry.
Ia menekankan bahwa arah kebijakan BI akan terus menjadikan stabilitas sebagai fondasi utama.
"Sense-nya tetap sama, bahwa dalam kondisi ketidakpastian global yang masih tinggi seperti sekarang, stabilitas tetap menjadi kunci bagi kami," tegasnya.
Tata Pembagian Bidang Dewan Gubernur BI
Selain arah kebijakan moneter, Destry menyampaikan bahwa penataan pembagian bidang kerja di antara anggota Dewan Gubernur (ADG) BI menjadi agenda awal kepemimpinannya.
Ia menyebut seluruh jajaran Dewan Gubernur BI perlu duduk bersama untuk menyepakati pembagian tanggung jawab agar operasional kerja dapat langsung berjalan secara efektif.
"Yang pasti kita harus duduk bersama dulu secara lengkap dengan seluruh ADG untuk pembagian bidang. Karena di Bank Indonesia, masing-masing ADG memiliki bidang yang dibawahi," jelas Destry.
Destry menambahkan bahwa pembagian bidang kerja tersebut bersifat dinamis dan dapat dirotasi secara berkala, misalnya setiap dua tahun sekali.
"Pembidangan itu tidak statis karena nanti bisa diputar, mungkin dua tahun sekali akan kita rotasi," ujar Destry.
Adapun pembagian bidang tersebut mencakup sejumlah area strategis, seperti kebijakan ekonomi dan moneter hingga pendalaman pasar keuangan, agar pelaksanaan tugas BI memiliki pembagian peran yang jelas.