Resmi Groundbreaking, Gasifikasi Batu Bara Kutai Timur Hemat Devisa Rp 7,1 Triliun

Wamen ESDM Yuliot Tanjung resmi memulai proyek gasifikasi batu bara menjadi metanol di Kutai Timur. PSN ini diproyeksikan menghemat devisa Rp 7,1 triliun.

oleh Arief Rahman HDiterbitkan 01 September 2026, 10:30 WIB
Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung, resmi memulai proyek gasifikasi batu bara menjadi metanol di kawasan Batuta Chemical Industrial Park (BCIP), Kecamatan Bengalon, Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur. (Dok ESDM)

Liputan6.com, Jakarta - Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Yuliot Tanjung, resmi memulai proyek gasifikasi batu bara menjadi metanol. Proyek Strategis Nasional (PSN) ini digadang-gadang mampu menghemat devisa negara hingga Rp 7,1 triliun per tahun.

Proyek tersebut dibangun di kawasan Batuta Chemical Industrial Park (BCIP), Kecamatan Bengalon, Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur. Targetnya, fasilitas ini mampu menghasilkan sekitar 2 juta ton metanol per tahun.

"Groundbreaking ini menandai dimulainya langkah nyata pembangunan industri metanol berbasis hilirisasi batu bara. Proyek ini merupakan bagian dari upaya kita untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya alam, memperkuat industri dalam negeri, mengurangi ketergantungan terhadap impor, serta mendukung ketahanan dan kemandirian energi nasional," kata Yuliot, mengutip keterangan resmi, Selasa (1/9/2026).

Sebagai informasi, proyek ini dikembangkan oleh PT Bumi Etam Chemical (BEC), perusahaan patungan PT Arutmin Indonesia dan PT Kaltim Prima Coal (KPC). Pembangunannya akan memanfaatkan lahan sekitar 93 hektare di kawasan BCIP.

Proyek ini akan mengolah sekitar 7,70–7,78 juta ton batu bara berkalori 3.400 kcal/kg per tahun menjadi metanol berstandar internasional, yaitu International Methanol Producers and Consumers Association (IMPCA) Grade. Seluruh hasil produksi ditargetkan untuk memenuhi kebutuhan domestik.

Metanol yang dihasilkan akan memasok kebutuhan industri, terutama petrokimia dan formaldehida, serta mendukung pengembangan FAME dan program B50. Langkah tersebut sekaligus menekan impor metanol nasional yang pada 2025 lalu masih mencapai 1,3 juta ton dengan nilai sekitar Rp 7,1 triliun.

"Kami berharap proyek ini memberikan multiplier effect yang nyata bagi seluruh pemangku kepentingan, baik penciptaan lapangan kerja, tumbuhnya industri pendukung, maupun peningkatan aktivitas ekonomi," jelas Yuliot.

 

Mengolah Batu Bara Kalori Rendah

Kapal tongkang pengangkut batu bara lepas jangkar di Perairan Bojonegara, Serang, Banten. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Yuliot berharap hilirisasi oleh PT BEC dapat menjadi percontohan bagi perusahaan batu bara lainnya, mengingat besarnya potensi batu bara berkalori rendah di Kalimantan dan Sumatra, serta adanya mandat hilirisasi dari Presiden Prabowo Subianto.

Gasifikasi batu bara menjadi metanol menjadi langkah strategis untuk mengolah batu bara berkalori rendah menjadi produk bernilai tambah yang dibutuhkan industri.

"Kita akan terus mendorong hilirisasi ini, yang telah ditetapkan oleh Presiden Prabowo Subianto sebagai prioritas pembangunan dalam Asta Cita," tegas Yuliot.

 

Beroperasi 2029

Pada kesempatan yang sama, Presiden Direktur BEC, Rio Supin, menyampaikan bahwa perusahaan telah memasuki tahap rekayasa melalui penyusunan Front-End Engineering Design (FEED) dan Engineering, Procurement, Construction, and Commissioning (EPCC) Framework Agreement bersama PT Istana Karang Laut (IKL) dan China National Chemical Engineering Co., Ltd. (CNCEC) sejak 29 Juli 2026.

"Proyek gasifikasi batu bara pertama di Indonesia ini siap memasuki tahap implementasi dengan target commissioning pada 2029 sesuai arahan Pak Menteri. BEC siap mendukung kemandirian dan ketahanan energi nasional," jelas Rio.

Untuk menunjang kegiatan operasional, proyek ini dilengkapi fasilitas gasifikasi, reaktor sintesis, pembangkit listrik, pengolahan air, dan terminal pelabuhan. Teknologinya juga disiapkan untuk mengendalikan emisi dan terintegrasi dengan Carbon Capture and Storage (CCS).

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya