IHSG Cerah di Awal September 2026, Sektor Teknologi Pendorong Terbesar

Dibuka naik ke level 6.538, IHSG terus melaju di zona hijau pada sesi pagi. Sektor teknologi memimpin kenaikan pasar saham hari ini.

oleh Arthur GideonDiterbitkan 01 September 2026, 09:10 WIB
Papan elektronik menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. (YASUYOSHI CHIBA/AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak di zona hijau pada awal sesi perdagangan Selasa (1/9/2026). Sektor teknologi menjadi pendorong utama kenaikan IHSG hari ini.

Mengutip data RTI, IHSG dibuka naik ke posisi 6.538,12 dari penutupan perdagangan sebelumnya di angka 6.525,47. Saat dipantau pukul 09.04 WIB, IHSG masih menghijau dengan kenaikan 0,55% menjadi 6.562,68.

Pada pukul 09.07 WIB, IHSG masih melaju di zona hijau, naik 0,55% ke level 6.563,56. Indeks LQ45 juga menguat 0,71% menjadi 648,49.

Pada awal sesi hari ini, IHSG berada di level tertinggi 6.564,68 dan level terendah 6.535,79.

Sebanyak 330 saham menguat sehingga mengerek IHSG, sementara 153 saham melemah dan 220 saham stagnan.

Total frekuensi perdagangan saham mencatatkan 175.572 kali transaksi dengan volume mencapai 3,3 miliar saham. Nilai transaksi harian saham tercatat Rp 1,3 triliun. Adapun posisi nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah berada di kisaran US$ 1 setara Rp 17.705.

Mayoritas sektor saham menghijau, kecuali sektor properti yang melemah 0,24%. Sektor teknologi mencatatkan kenaikan tertinggi sebesar 1,08%, disusul sektor keuangan yang menguat 0,80%.

Prediksi IHSG Hari Ini

Karyawan beraktivitas di PT Bursa Efek Indonesia, Jakarta. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi menguat pada perdagangan saham Selasa, (1/9/2026). IHSG hari ini diprediksi naik ke 6.599-6.666. Lalu bagaimana strategi rekomendasi saham-nya?

IHSG naik 0,11% ke 6.525, dan disertai dengan munculnya volume pembelian pada perdagangan saham Senin, 31 Agustus 2026.

Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksano menuturkan, best case (hitam), posisi IHSG sedang berada pada awal wave v dari wave © sehingga masih berpeluang menguat ke posisi 6.599-6.666.

“Namun, worst case (merah), posisi IHSG saat ini berada pada bagian dari wave iv dari wave ©, cermati area koreksi IHSG yang kami perkirakan berada pada rentang 6.289-6.352,” ujar Herditya dalam catatannya.

Herditya menuturkan, IHSG akan bergerak di level support 6.373,6.272 dan level resistance 6.599,6.705 pada Selasa pekan ini.

Dalam riset PT Pilarmas Investindo Sekuritas menyebutkan, IHSG berpotensi menguat terbatas dengan level support dan level resistance 6.440-6.635.

Rekomendasi Saham

Pekerja tengah melintas di bawah papan pergerakan IHSG usai penutupan perdagangan pasar modal 2017 di BEI, Jakarta, Jumat (29/12). Perdagangan bursa saham 2017 ditutup pada level 6.355,65 poin. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Untuk rekomendasi saham hari ini, PT Pilarmas Investindo Sekuritas memilih saham PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL), PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET), dan PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL).

Sementara itu, Herditya memilih saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT Harum Energy Tbk (HRUM), PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET), dan PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO).

Rekomendasi Teknikal

Berikut rekomendasi teknikal dari MNC Sekuritas:

1.PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) - Buy on Weakness

Saham BBNI menguat 2,12% ke 3.860 dan masih didominasi oleh volume pembelian. “Kami perkirakan, posisi BBNI saat ini berada pada bagian dari wave (iii) dari wave [iii],” ujar Herditya.

Buy on Weakness: 3.750-3.810

Target Price: 3.940, 4.020

Stoploss: below 3.660

 

2.PT Harum Energy Tbk (HRUM) - Trading Buy

HRUM menguat 0,54% ke 925 dan disertai dengan munculnya volume pembelian. Posisi HRUM saat ini kami perkirakan sedang berada pada bagian dari wave v dari wave (iii).

Trading Buy: 910-920

Target Price: 970, 1.010

Stoploss: below 905

 

3.PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) - Trading Buy

Saham INET menguat 2,94% ke 350 dan disertai dengan munculnya volume pembelian. Herditya menuturkan, pihaknya perkirakan, posisi INET saat ini berada pada bagian dari wave v dari wave (iii).

Trading Buy: 340-350

Target Price: 370, 388

Stoploss: below 334

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya