Penyebab Bekas Tambang di Banyuwangi Terbakar

Petugas damkar sembilan jam berjibaku memadamkan api.

oleh Hermawan ArifiantoDiterbitkan 31 Agustus 2026, 19:49 WIB
Bekas tambang di Banyuwangi terbakar

Liputan6.com, Jakarta - Kebakaran lahan kembali melanda wilayah Kabupaten Banyuwangi. Kali ini, lahan bekas tambang reklamasi yang bercampur sampah dan sekam di Lingkungan Tanjung, Kelurahan Klatak, Kecamatan Kalipuro, hangus terbakar. Diduga kuat, insiden yang membakar area seluas 1,5 hektare tersebut dipicu pelemparan puntung rokok.

​Petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Banyuwangi membutuhkan waktu lebih dari sembilaan jam untuk menjinakkan si jago merah dan memastikan tidak ada potensi penyalaan kembali.

​Peristiwa amuk api ini pertama kali diketahui oleh warga setempat, Rofiki Hermanto (31). Rumah Rofiki yang berada tak jauh dari lokasi kejadian membuatnya curiga saat melihat kepulan asap tebal membubung dari area reklamasi bekas tambang milik Eko.

​Penasaran, Rofiki bersama sejumlah warga berinisiatif mendatangi lokasi. Kekhawatiran mereka terbukti, kobaran api telah membesar dan menjalar cepat membakar material sampah serta sekam kering di area seluas ±150 x 100 meter tersebut.

​Warga sempat berupaya memadamkan api secara swadaya menggunakan peralatan seadanya. Namun, kencangnya hembusan angin serta banyaknya material yang mudah terbakar membuat kobaran api kian liar tak terkendali. 

"Asap hitam pekat yang kian tebal mulai mengancam permukiman warga sekitar dan berpotensi menimbulkan gangguan pernapasan," ujar Kasi Penyelamatan dan Evakuasi Damkarmat Banyuwangi, salam Bikwanto, Senin (31/8/2026).

​Menyadari bahaya yang mengintai, Rofiki segera menghubungi call center Damkarmat Banyuwangi. ​Menerima laporan darurat tersebut, tim menuju lokasi kebakaran. 11 personel gabungan  bergerak menuju lokasi kebakaran.

"Mengingat medan lahan yang luas dan bercampur sampah tebal, tim menggelar 1 selang utama ukuran 2,5 inci serta 4 selang cabang ukuran 1,5 inci dengan dua nozzle penyemprot," tambahnya.

​Proses penanganan, kata Salam Bikwanto,  berlangsung cukup menguras tenaga. Petugas harus melakukan penyemprotan secara terarah dan memblokir jalur perambatan agar api tidak menjangkau permukiman.

​Setelah kobaran api berhasil dipadamkan petugas tidak langsung angkat kaki. Mengingat struktur lahan bercampur sekam dan sampah sering menyisakan bara api terpendam , tim melakukan pendinginan menyeluruh.

​Berdasarkan investigasi awal di lokasi kejadian, sumber titik api diduga kuat berasal dari puntung rokok yang dibuang sembarangan. Bara api dari puntung rokok yang masih menyala disinyalir tertiup angin dan membakar sampah serta sekam kering di permukaan lahan.

"Cuaca panas terik di wilayah Kalipuro memicu bara tersebut dengan cepat berkembang menjadi kobaran api besar," paparnya.

​Meski tidak ada korban jiwa maupun kerugian materiil bangunan dalam insiden ini, Damkarmat Banyuwangi mengimbau masyarakat untuk lebih waspada dan tidak melakukan tindakan ceroboh seperti membuang sampah sembarangan atau membuang puntung rokok yang masih menyala di lahan terbuka.

"Saat ini puncak musim kemarau jadi sekecil apapun sumber api  cukup berbahaya, dan mudah terbakar," pungkasnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya