Liputan6.com, Jakarta - Kawasan Traffic Light (TL) Slipi, Palmerah, Jakarta Barat, kembali kondusif setelah aksi unjuk rasa yang sempat diwarnai pembakaran Pos Lalu Lintas. Polisi memastikan masyarakat sudah dapat kembali melintas dan beraktivitas seperti biasa.
Kapolsek Palmerah AKP Parman Nainggolan mengatakan kondisi lalu lintas di kawasan tersebut juga telah kembali normal.
Advertisement
"Untuk saat ini, kegiatan masyarakat sudah kembali berjalan normal. Bahkan, sudah ada kemacetan-kemacetan seperti biasa, aktivitas masyarakat sudah kembali normal," ujar Parman di TL Slipi, Palmerah, Jakarta Barat, Jumat (28/8/2026).
Parman mengimbau masyarakat tidak khawatir untuk melintas maupun beraktivitas di kawasan TL Slipi. Polisi bersama pemerintah setempat masih memantau situasi untuk memastikan keamanan dan ketertiban tetap terjaga.
"Kami sarankan kepada masyarakat yang akan melaksanakan aktivitas, tidak usah ragu untuk melewati TL Slipi karena semua sudah berjalan seperti biasa," ungkap Parman.
Dia juga meminta masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh informasi atau ajakan yang dapat memicu tindakan anarkis dan perusakan fasilitas umum.
"Kami memberikan imbauan agar tidak gampang terprovokasi untuk melakukan kegiatan-kegiatan perusakan, karena itu akan merugikan kita sendiri," imbuh Parman, dikutip dari Antara.
Kawasan Slipi Dibersihkan
Sementara itu, Camat Palmerah Febri mengatakan pemerintah bersama unsur tiga pilar dan masyarakat membersihkan kawasan Slipi setelah aksi unjuk rasa. Pembersihan dilakukan untuk memastikan lingkungan kembali bersih dan nyaman.
"Alhamdulillah, di kawasan ini sudah normal kembali untuk masyarakat melakukan aktivitas dengan baik pascaaksi unjuk rasa sejak tadi malam, sudah dilaksanakan kegiatan kebersihan bersama dengan pihak terkait," tutur Febri.
Febri berharap masyarakat kembali beraktivitas dengan nyaman serta ikut menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan.
"Kami berharap masyarakat dapat merasakan tetap kenyamanan dalam beraktivitas. Silakan berkegiatan dengan baik dan tentunya, kami harapkan untuk tidak terpancing dan terprovokasi," pungkas Febri.