Liputan6.com, Jakarta - Kebakaran yang melanda Desa Adat Sade, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), tidak hanya merusak bangunan tradisional, tapi juga menghentikan aktivitas pariwisata warga. Sebanyak 320 pelaku pariwisata terdampak, sementara 189 kepala keluarga turut menjadi korban.
Kini, pemerintah menyiapkan rekonstruksi agar denyut pariwisata Sade kembali hidup menjelang peak season, khususnya gelaran MotoGP Mandalika. Pemerintah pusat dan daerah menyiapkan sejumlah langkah pemulihan, mulai dari pembangunan kembali rumah adat dan fasilitas wisata hingga penguatan infrastruktur dasar, serta sistem proteksi kebakaran.
Advertisement
Rekonstruksi juga diarahkan untuk mempertahankan karakter arsitektur tradisional Sasak yang menjadi identitas sekaligus daya tarik Desa Adat Sade.
"Hari ini (27 Agustus 2026) saya datang ke Sade untuk hadir bersama masyarakat dan bertemu langsung dengan mereka, mulai dari ibu-ibu penenun hingga kepala desa. Saya ingin mendengar keluhan dan kebutuhan mereka," kata Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana melalui rilis pada Lifestyle Liputan6.com, Jumat (28/8/2026).
"Terlebih," ia menyambung. "Sebagian besar masyarakat Sade merupakan pelaku pariwisata yang selama ini menjaga tradisi sekaligus menjadi bagian penting dari wajah pariwisata Lombok."
Data sementara Pemerintah Provinsi NTB dan Kabupaten Lombok Tengah bersama Tim Lapangan Politeknik Pariwisata Lombok per Kamis, 27 Agustus 2026, mencatat, 75 rumah adat dan 69 artshop ikut terdampak kebakaran.
Kerusakan juga mencakup delapan lumbung alang, satu menara pantau, empat berugak sekenam, enam berugak sakepat, serta satu Bale Beleq yang berfungsi sebagai museum.
Pembentukan Tim Kerja
Sebagai respons, pemerintah merencanakan pembentukan tim kerja lintas kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, mitra, serta masyarakat adat. Tim tersebut akan mendata warga dan pekerja yang terdampak secara terperinci sehingga bantuan dapat disalurkan sesuai kebutuhan.
Rencana rekonstruksi juga mencakup penyusunan master plan dengan melibatkan masyarakat adat. Pemerintah ingin memastikan pembangunan kembali tidak mengubah karakter Desa Adat Sade, sekaligus mampu meningkatkan keamanan kawasan.
"Mudah-mudahan melalui upaya, kolaborasi, dan gotong royong seluruh pihak, baik ekosistem pariwisata, pemerintah pusat, pemerintah daerah, maupun swasta, kita bisa bersama-sama membangun kembali desa ini. Tentunya masyarakat desa sendiri harus dilibatkan dalam seluruh prosesnya," ujar Menpar Widi.
Pemerintah juga menyiapkan sistem proteksi kebakaran terintegrasi melalui titik-titik APAR komunal yang menyatu dengan estetika desa, serta embung atau penampungan air darurat. Amenitas, sanitasi, pengelolaan sampah, dan infrastruktur dasar turut masuk dalam rancangan rekonstruksi.
Ragam Program Pemulihan
Program rumah layak tinggal juga masuk dalam rencana pemulihan. Pemerintah sebelumnya telah membangun 40 unit rumah layak tinggal bagi masyarakat adat Sade bersama pemerintah daerah dan Kementerian Pariwisata.
Pada tahap tanggap darurat, pemerintah menyiapkan kebutuhan dasar bagi warga terdampak. Bantuan mencakup stok makanan, dapur umum, serta logistik yang melibatkan Politeknik Pariwisata Lombok, Badan Nasional Penanggulangan Bencana, TNI, Polri, dan Palang Merah Indonesia.
Pihaknya juga memperkuat program pemberdayaan masyarakat dan pelaku usaha pariwisata. Rangkaiannya meliputi trauma healing bagi korban, pelatihan tanggap darurat dan evakuasi wisatawan bagi Kelompok Sadar Wisata dan warga, serta pendampingan pengembangan usaha.
Bantuan alat tenun turut diberikan pada masyarakat Desa Adat Sade. Peralatan tersebut diharapkan membantu warga kembali menjalankan aktivitas ekonomi sekaligus menjaga tradisi menenun yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Sasak.
Pembangunan Museum Sementara
Pemerintah juga merencanakan pembangunan museum sementara dan masjid. Museum tersebut nantinya dapat menjadi ruang bagi wisatawan untuk mengenal sejarah, budaya, dan kehidupan masyarakat Sasak secara langsung.
Pembangunan berbagai fasilitas ditargetkan selesai menjelang kunjungan wisatawan di momen penyelenggaraan MotoGP Mandalika. Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, mengatakan arahan pemerintah pusat memberikan dasar untuk menyusun rekonstruksi Sade dalam jangka menengah dan panjang.
Pemerintah daerah akan menindaklanjuti kebutuhan fasilitas yang mendukung keberlanjutan desa. Masyarakat Sade turut menegaskan komitmen mempertahankan bentuk tradisional rumah adat dalam proses pembangunan kembali.
Warga berharap dukungan pemerintah, donatur, pelaku usaha, dan masyarakat luas dapat mempercepat pemulihan aktivitas ekonomi serta pariwisata desa.