Harga Pangan Hari Ini 28 Agustus 2026: Beras dan Gula Stabil

Harga pangan, seperti beras, minyak dan gula masih stabil pada Jumat (28/8/2026).

oleh Cahya Alena FauzaDiterbitkan 28 Agustus 2026, 14:30 WIB
Harga pangan, seperti beras, minyak dan gula masih stabil pada Jumat (28/8/2026). (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Berdasarkan pantauan harga pangan di Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional pada Jumat (28/8/2026), harga beberapa komoditas, seperti beras, minyak, dan gula terpantau stabil. Sebagai contoh, beras kualitas super tipe I dijual seharga Rp 17.150 per kilogram (kg), sedangkan kualitas medium tipe I dijual Rp 16.350 per kg, dan kualitas bawah tipe I dijual Rp 14.850 per kg.

Sementara itu, harga minyak dan gula juga masih terlihat stabil. Gula pasir kualitas premium diberi harga Rp 20.250 kg, dan gula pasir lokal dipasarkan seharga Rp 19.050 per kg. Selain itu, harga minyak curah kini berada di angka Rp 20.600 per kg.

Berikut adalah daftar lengkap harga beras, minyak, dan gula pada Jumat pagi:

Harga Beras

  • Kualitas Super: Tipe I dijual Rp 17.150 per kg, dan tipe II Rp 16.800 per kg.
  • Kualitas Medium: Tipe I dan tipe II dibanderol Rp 16.350 dan Rp 16.500 per kg.
  • Kualitas Bawah: Tipe I dipatok Rp 14.850 per kg, sedangkan tipe II seharga Rp 14.950 per kg.

Harga Minyak dan Gula

  • Minyak Goreng: Kemasan bermerek 1 bertengger di harga Rp 24.650 per kg, kemasan bermerek 2 seharga Rp 24.050 per kg, dan jenis curah di harga Rp 20.600 per kg.
  • Gula Pasir: Varian premium dijual Rp 20.250 per kg, sedangkan gula pasir lokal dipatok seharga Rp 19.050 per kg.

Stok Beras Nasional Capai 5,17 Juta Ton, Aman hingga 1 Tahun

Pedagang melihat beras dagangannya di Pasar Induk Cipinang, Jakarta, Senin (25/9). Pedagang beras Cipinang sudah menerapkan dan menyediakan beras medium dan beras premium sesuai harga eceran tertinggi (HET). (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sebelumnya, Pemerintah memastikan stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) dalam kondisi aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, termasuk menghadapi bencana alam dan keadaan darurat.

Per 21 Agustus 2026, stok CBP secara nasional tercatat mencapai 5,17 juta ton. Persediaan tersebut menjadi salah satu modal pemerintah untuk menjalankan berbagai program bantuan pangan melalui Perum Bulog.

Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) yang juga Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan kebutuhan pangan, khususnya beras, bagi masyarakat terdampak bencana dipastikan aman.

Menurut dia, pemerintah bahkan telah menghitung ketersediaan beras untuk memenuhi kebutuhan hingga satu tahun ke depan apabila diperlukan.

"Karena masalah beras yang paling penting. Perintah Bapak Presiden agar bergerak cepat, menyelesaikan masalah. Dan alhamdulillah, kami sudah cek langsung. Kami sudah hitung kekuatan kita di sini sampai 1 tahun aman bahkan lebih. Jadi insya Allah aman," kata Amran, Minggu (23/8/2026).

Besarnya stok tersebut juga memungkinkan pemerintah terus menyalurkan bantuan pangan sembari tetap menjaga ketersediaan cadangan.

Sejak Januari hingga 21 Agustus 2026, total CBP yang telah digelontorkan mencapai 1,65 juta ton.

Penyaluran tersebut mencakup berbagai program, mulai dari stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP), bantuan pangan, hingga bantuan untuk bencana dan keadaan darurat.

 

 

Penyaluran Bantuan Bencana

Ketersediaan stok beras ini sebagai bentuk dukungan terhadap penanganan bencana, khususnya di provinsi-provinsi yang rawan terdampak. Tampak dalam foto, para pekerja membongkar karung-karung beras di gudang Badan Urusan Logistik (Bulog) di Lambaro, Provinsi Aceh pada 29 Desember 2025. (CHAIDEER MAHYUDDIN/AFP)

Dari total 1,65 juta ton CBP yang telah disalurkan, realisasi penjualan beras program SPHP Januari-Februari mencapai 221,05 ribu ton.

Kemudian, penyaluran SPHP periode Maret-Agustus mencapai 678,12 ribu ton.

Sementara itu, bantuan pangan tahap pertama telah mencapai 662,86 ribu ton. Untuk bantuan pangan tahap kedua yang mulai berjalan, realisasinya tercatat 32,25 ribu ton.

Pemerintah juga telah menyalurkan 11,39 ribu ton untuk bantuan bencana dan keadaan darurat. Selain itu, terdapat penyaluran untuk golongan anggaran sebesar 53,68 ribu ton.

Ke depan, pemerintah masih memiliki rencana penyaluran bantuan pangan beras tahap kedua sebanyak 997,2 ribu ton.

Bantuan tersebut akan diberikan kepada 33,24 juta keluarga, dengan masing-masing keluarga mendapatkan 10 kilogram beras untuk alokasi tiga bulan.

Dengan rencana penyaluran tersebut, pemerintah bersama Perum Bulog berpotensi menggelontorkan CBP lebih dari 2 juta ton.

Meski demikian, persediaan CBP nasional masih berada di atas 5 juta ton. Kondisi ini menjadi dasar pemerintah untuk memastikan program bantuan pangan tetap berjalan, termasuk ketika terjadi bencana alam dan keadaan darurat.

 

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya