Penjualan Mobil Listrik Melonjak 80%, Airlangga Pede Ekonomi RI Kuat

Penjualan kendaraan listrik dan hybrid melonjak 80% pada semester I 2026. Menko Airlangga sebut ini bukti ekonomi RI masih solid di jalur positif.

oleh Immanuel ChristianDiterbitkan 27 Agustus 2026, 13:31 WIB
Suasana pembukaan Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 di Tangerang, Banten, Kamis (30/7/2026). (KLY/Budy Santoso)

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah memastikan perekonomian Indonesia masih berada di jalur positif setelah penyerapan penjualan kendaraan listrik (electric vehicle/EV) dan hybrid pada semester I 2026 melonjak sekitar 80% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyampaikan bahwa lonjakan penjualan EV menjadi salah satu indikator kuat bahwa aktivitas ekonomi nasional masih berjalan solid. Airlangga juga mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia berhasil mencapai 5,45% pada semester I 2026.

“Kemarin dalam pameran otomotif GIIAS dan juga penjualan dari electric vehicle di semester I itu naiknya cukup impresif. Hybrid maupun baterai EV itu sampai 80% dibandingkan tahun lalu. Jadi kalau kita melihat, sebetulnya ekonomi kita treknya masih berjalan,” kata Airlangga dalam konferensi pers Kick Off Road to Hari Belanja Nasional (Harbolnas) 2026 di Kementerian Perdagangan, Kamis (27/8/2026).

Ia menambahkan, pertumbuhan ekonomi sebesar 5,45% pada semester I 2026 mencatatkan salah satu torehan tertinggi dalam 13 tahun terakhir. Pemerintah menilai capaian tersebut menjadi bukti bahwa fondasi ekonomi nasional masih sangat terjaga.

“Perekonomian kita sampai dengan semester I masih tumbuh 5,45%. Artinya, itu adalah salah satu pertumbuhan ekonomi tertinggi dalam 13 tahun terakhir,” ujar Airlangga.

 

Indeks Keyakinan Konsumen

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto selaku Ketua Komite Kebijakan Pembiayaan bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). (Dok Kemenko Perekonomian)

Selain penjualan kendaraan listrik, pemerintah mencatat Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) konsisten berada di atas level 100. Indikator ini dipakai untuk mengukur sekaligus memantau tren daya beli masyarakat yang masih optimistis.

“Indeks keyakinan konsumen juga masih di atas 100,” tuturnya.

Untuk menopang daya beli tersebut, pemerintah terus menggulirkan berbagai program intervensi ekonomi. Airlangga menyebut bantuan pangan beras tetap disalurkan hingga kuartal IV 2026, didampingi pemberian insentif Pajak Penghasilan Ditanggung Pemerintah (PPh DTP) bagi pekerja yang memenuhi kriteria.

Penguatan pasar domestik juga tecermin dari dominasi produk lokal dalam peta perdagangan nasional. Airlangga mencatat sekitar 500 dari total 800 merek yang beredar merupakan merek milik anak bangsa.

“Dari 800 merek yang beredar, 500 itu merek yang dimiliki oleh nasional. Jadi sebetulnya dari segi domestic market, kita semakin dalam dan semakin kuat,” pungkas Airlangga.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya