IHSG Bergejolak di Awal Perdagangan, Sektor Properti Jadi Penopang

Sempat tertekan di awal sesi, IHSG Kamis (27/8/2026) berbalik menguat ke level 6.424,96 ditopang oleh kenaikan mayoritas sektor saham.

oleh Arthur GideonDiterbitkan 27 Agustus 2026, 09:10 WIB
IHSG mampu membalikan keadaan hingga menguat 0,29% disokong lonjakan sektor properti dan cyclical. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak fluktuatif pada awal sesi perdagangan, Kamis (27/8/2026). IHSG hari ini sempat dibuka melemah, tetapi kemudian mampu berbalik arah ke zona hijau.

Mengutip data RTI, IHSG dibuka turun ke level 6.390,35 dari penutupan perdagangan kemarin yang berada di posisi 6.405,68.

Saat dipantau pada pukul 09.04 WIB, IHSG berbalik arah menguat 0,11% menjadi 6.412,45. Pergerakan berlanjut hingga pukul 09.08 WIB, di mana IHSG masih bertahan di zona hijau dengan kenaikan 0,29% ke level 6.424,96.

Di sisi lain, indeks LQ45 justru melemah tipis 0,06% ke posisi 631, seiring tertekannya sebagian besar indeks saham acuan.

Pada awal sesi, IHSG bergerak pada rentang level terendah 6.376,65 dan level tertinggi 6.418,96. Sebanyak 290 saham mencatatkan penguatan sehingga berhasil menopang IHSG. Sementara itu, 205 saham melemah dan 189 saham stagnan.

Total frekuensi perdagangan tercatat sebanyak 161.175 kali dengan volume transaksi mencapai 2,4 miliar saham. Nilai transaksi harian saham membukukan angka Rp 923 miliar.

Adapun posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah berada di kisaran Rp 17.768.

Dari pergerakan sektoral, sebagian besar sektor saham menguat. Sektor transportasi menjadi satu-satunya sektor yang melemah dengan penurunan 0,15%. Sementara itu, sektor properti memimpin penguatan sebesar 1,40%, disusul sektor cyclical yang naik 1,23% dan sektor infrastruktur yang menguat 0,85%.

Prediksi IHSG Hari Ini

Layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpampang di Jakarta. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang lesu pada perdagangan saham Kamis, (27/8/2026). IHSG hari ini akan dibayangi aksi demo 27 Agustus 2026 dan sentimen eksternal. Lalu bagaimana strategi rekomendasi saham-nya?

IHSG anjlok 1,48% ke 6.405, dan masih didominasi oleh tekanan jual yang membesar pada perdagangan saham Rabu, 26 Agustus 2026.

Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksono menuturkan, IHSG sedang berada pada bagian dari wave iv dari wave ©, cermati area koreksi IHSG yang diperkirakan berada pada rentang 6.290-6.394. “Adapun area penguatan IHSG akan menguji area 6.666,” ujar Herditya.

Ia menuturkan, IHSG akan berada di level support 6.373,6.272 dan level resistance 6.599,6.705 pada perdagangan saham Kamis pekan ini.

Dalam riset PT Pilarmas Investindo Sekuritas menyebutkan, IHSG berpotensi melemah terbatas dengan level support dan resistance 6.320-6.440.

Dalam riset itu juga menyebutkan, demo yang digelar di Jakarta pada Kamis, 27 Agustus 2026 juga membuat pelaku pasar dan investor khawatir sehingga berpotensi cenderung wait and see hari ini.

Selain sentimen domestik, riset PT Pilarmas Investindo Sekuritas juga menyoroti mengenai data dari Amerika Serikat (AS) yang memberikan gambaran bagaimana inflasi yang terjadi saat ini.

US Personal Income mengalami kenaikan dari sebelumnya 0,2% menjadi 0,4%, tetapi menariknya US Personal Spending turun dari sebelumnya 0,3% menjadi 0,2%. Begitu juga dengan US Real Personal Spending yang susut dari sebelumnya 0,4% menjadi 0%. Sedangkan US Personal Consumption mengalami kenaikan dari sebelumnya 3,2% menjadi 3,4%.

“Hal ini memberikan kita gambaran inflasi naik sesuai dengan ekspektasi, tetapi dalam kisaran yang stabil sehingga memberikan ruang yang cukup bagi the Federal Reserve (the Fed) menahan tingkat suku bunga, setidaknya pada pertemuan September mendatang,” demikian seperti dikutip dari riset Pilarmas Investindo Sekuritas.

Rekomendasi Saham

Layar monitor menunjukkan pergerakan pasar saham di lantai Bursa Efek Indonesia menjelang aktivitas perdagangan, Jakarta pada Senin 9 Februari 2026. (BAY ISMOYO/AFP)

Riset Pilarmas Investindo Sekuritas juga menyoroti pada data ketenagakerjaan AS yang diperkirakan masih stabil. Selain itu, pidato ketua the Fed Kevin Warsh di Jackson Hole, Wyoming akan sangat dinantikan oleh pelaku pasar dan investor terkait dengan arah selanjutnya dari pergerakan tingkat suku bunga the Fed pada Jumat mendatang.

"Hal ini menjadi penting karena ini merupakan event pertama bagi Warsh, berhasil atau tidaknya, hal ini akan memberikan gambaran bagi pelaku pasar dan investor terkait dengan langkah the Fed selanjutnya,” ujar dia.

Rekomendasi Saham

Untuk rekomendasi saham hari ini, dalam riset PT Pilarmas Investindo Sekuritas menyebutkan PT BFI Finance Tbk (BFIN), PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), dan PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR).

Sedangkan Herditya memilih saham PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO), PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA), PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG), dan PT MAP Aktif Adiperkasa Tbk (MAPA).

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya