Liputan6.com, Jakarta - Manajemen PT Oxala Energy International Tbk (PIPA) memberikan penjelasan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) mengenai perkembangan rencana transaksi akuisisi perusahaan target di bidang pengolahan gas alam.
Sekretaris Perusahaan PT Oxala Energy International Tbk, Haerul Maelani menuturkan, hingga kini negosiasi mengenai skema akuisisi perusahaan target yang bergerak di bidang pengolahan gas alam masih terus berproses.
Advertisement
Dalam keterbukaan informasi BEI, ia menulis, apabila seluruh proses transaksi dimaksud termasuk perolehan persetujuan dari kreditur perusahaan target berjalan lancar sesuai rencana, diperkirakan laporan keuangan perusahaan target dapat mulai dikonsolidasi ke dalam laporan keuangan perseroan pada 2027.
Haerul menuturkan, merujuk pada proyeksi keuangan perusahaan target, diproyeksikan laba bersih perseroan akan mengalami peningkatan yang signifikan.
"Hal ini diharapkan akan memperbaiki rasio Price to Earnings Ratio (PER) dan rasio Price to Book Value (PBV) saham Perseroan yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia dengan kode saham PIPA secara signifikan setelah konsolidasi,” tulis dia.
Haerul menuturkan, informasi tersebut disampaikan bersifat umum, tidak ditujukan kepada orang atau tujuan tertentu, serta bukan merupakan rekomendasi jual beli atas saham PIPA. “Semua pendapat dan perkiraan bersifat forward-looking yang mencerminkan penilaian pada tanggal rilis ini dan dapat berubah sesuai dengan dinamika proses transaksi,” tulis Haerul.
Terkait dampak aksi korporasi itu, Haerul menuturkan, kondisi keuangan berpotensi memberikan kontribusi peningkatan laba bersih secara signifikan pada saat konsolidasi tahun buku 2027 serta memperbaiki indikator fundamental saham PIPA yakni price earning ratio (PER) dan price book value (PBV) di pasar modal.
Perkuat Ekspansi Bisnis
Sedangkan terkait operasional dan strategis, aksi korporasi itu, menurut Haerul memperkuat kesinambungan ekspansi bisnis perseroan ke sektor energi dan pengolahan gas alam.
“Seluruh proses transaksi saat ini masih dalam tahap negosiasi dan penyelesaian persetujuan pihak ketiga (termasuk kreditur perusahaan target) sesuai dengan peraturan pasar modal yang berlaku,” ujar dia.
Haerul menuturkan, seluruh proses pelaksanaan rencana transaksi ini dilaksanakan dengan senantiasa memperhatikan prinsip kehati-hatian, tata kelola perusahaan yang baik atau Good Corporate Governance (GCG), serta pemenuhan ketentuan peraturan perundangan-undangan di pasar modal.
Rencana Akuisisi
Pada keterbukaan informasi BEI, 19 Agustus 2026, perseroan menyebutkan rencana transaksi akuisisi perusahaan target di bidang pengolahan gas bumi dan rencana penandatanganan perjanjian jual beli bersyarat atas saham atau conditional share purchase agreement/CSPA).
Perseroan memberitahukan bahwa berdasarkan Surat Tanggapan Pemegang Saham Pengendali PT Morris Capital Indonesia (MCI) Nomor 035/ST/Oxala-MCI/VIII/2026 tertanggal 18 Agustus 2026 kepada Dewan Komisaris Perseroan, MCI bersama Perseroan sedang dalam proses finalisasi rencana transaksi akuisisi terhadap suatu Perusahaan Target yang bergerak di bidang pengolahan gas bumi.
Para pihak menargetkan penyelesaian dan penandatanganan Perjanjian Jual Beli Bersyarat atas Saham (Conditional Share Purchase Agreement / CSPA) terkait rencana akuisisi ini pada Agustus 2026.
Perseroan menyebutkan, pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham Luar BiASA (RUPSLB) terkait persetujuan rencana transaksi akuisisi diharapkan paling lambat dilaksanakan pada Maret 2027.