Liputan6.com, Jakarta - Harga perak PT Aneka Tambang Tbk (Antam) melemah pada perdagangan Rabu, (26/8/2026). Harga perak Antam hari ini sejalan dengan harga emas Antam yang melemah, tetapi berlawanan dengan harga perak dunia yang menguat.
Mengutip laman logammulia.com, harga perak Antam hari ini turun Rp 400 menjadi Rp 45.400. Pada perdagangan sebelumnya, harga perak Antam ditetapkan Rp 45.800. Antam menawarkan perak batangan 250 gram, 500 gram dan perak butiran murni 99,95%. Harga perak batangan 250 gram ditetapkan Rp 11.875.000 dan perak batangan 500 gram dibanderol Rp 22.825.000.
Advertisement
Lalu bagaimana harga perak dunia?
Harga perak dunia naik 0,68% menjadi US$ 69,05. Harga perak dunia bertahan di atas US$ 68 per ons pada Rabu, 26 Agustus 2026, dan diperdagangkan mendekati level tertinggi dalam dua bulan. Hal ini seiring investor menantikan laporan indeks harga PCE AS terbaru—tolok ukur inflasi yang menjadi acuan Federal Reserve.
Perhatian juga tertuju pada pidato anggota Dewan Gubernur The Fed, Kevin Warsh, dalam simposium tahunan Jackson Hole pada hari Jumat, meskipun ia diperkirakan tidak akan memberikan panduan yang jelas mengenai keputusan kebijakan bank sentral untuk bulan September.
Para investor terus mencermati keputusan Departemen Keuangan AS untuk melipatgandakan operasi pembelian kembali (buyback) guna mendukung likuiditas bagi surat utang dan obligasi berjangka waktu lebih panjang; langkah ini turut mendorong nilai dolar AS ke level terendah dalam lebih dari tiga bulan pada pekan lalu.
Sementara itu, harga minyak turun selama tiga sesi berturut-turut, sehingga meredakan kekhawatiran inflasi dan semakin memperkuat prospek bullish bagi logam mulia.
Di sisi lain, harga perak tetap tertopang oleh permintaan industri yang kuat yang terkait dengan transisi energi ramah lingkungan, panel surya fotovoltaik, kendaraan listrik, serta infrastruktur pusat data kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).
Harga Emas Dunia
Sebelumnya, harga emas dunia merosot pada Selasa, 25 Agustus 2026 (Rabu pagi Jakarta), tetapi tetap bertahan di dekat level tertinggi dalam lebih dari tiga bulan. Koreksi harga emas dunia didorong pelemahan dolar Amerika Serikat (AS) dan rencana pembelian kembali atau buyback obligasi oleh Departemen Keuangan AS.
Mengutip CNBC, Rabu (26/8/2026), harga emas spot turun 0,1% menjadi US$ 4.647,05 per ons, masih mendekati level tertinggi sejak pertengahan Mei. UOB memprediksi logam mulia ini berada di jalur yang tepat untuk mencatat kenaikan bulanan terkuat sejak September 1999. Adapun harga emas telah naik lebih dari 15% sepanjang bulan ini.
Sementara itu, harga emas berjangka menguat tipis ke level US$ 4.694,50, juga mendekati level tertinggi dalam tiga bulan.
Dolar yang lebih lemah membuat emas yang dihargai dalam mata uang AS menjadi menarik bagi pemegang mata uang asing, sementara imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS yang lebih rendah mengurangi biaya peluang untuk membeli emas batangan.
Sentimen Harga Emas Lainnya
Indeks dolar telah turun 0,8% sepanjang bulan ini, dan meskipun imbal hasil obligasi pemerintah AS sempat tinggi pada Agustus, rencana pemerintah untuk membeli kembali obligasi berhasil menahannya turun 3 basis poin bulan ini.
Fokus investor juga akan tertuju pada pidato Ketua The Fed AS, Warsh, menjelang Simposium Jackson Hole akhir pekan ini, seiring upaya mereka mencari petunjuk lebih lanjut mengenai prospek suku bunga.
Citi menyebutkan, meskipun pidato Warsh yang bernada hawkish kemungkinan akan menghentikan reli emas saat ini, kejutan yang bernada dovish di Jackson Hole akan sangat menguntungkan bagi emas (ultra-bullish).
Hal ini karena pasar tidak hanya akan terus mengabaikan kemungkinan kenaikan suku bunga The Federal Reserve (the Fed), tetapi juga kembali fokus pada perdagangan yang mengantisipasi penurunan nilai mata uang (debasement trade) di tengah kekhawatiran baru mengenai independensi The Fed dan masalah keberlanjutan utang AS.