Liputan6.com, Jakarta - Dior menghadirkan pop-up store yang belum pernah ada sebelumnya di Plaza Senayan, Jakarta, membawa serta sepenggal suasana Paris ke tengah kota. Terinspirasi dari scenography Show Autumn Winter 2026-2027, instalasi ini menghidupkan kembali suasana Taman Tuileries, salah satu taman paling ikonik di jantung Ibu Kota Prancis, ke dalam ruang pop-up yang dirancang penuh perhitungan hingga ke detail terkecil.
Dikonsep sebagai reinterpretasi dari taman yang ditugaskan oleh Catherine de' Medici dan dirancang ulang di bawah pemerintahan Louis XIV, dekor immersive ini menghadirkan kembali semangat taman khas Prancis yang selama ini dikenal sebagai teater terbuka bagi seni "melihat dan dilihat". Selama berabad-abad, taman ini menjadi ruang publik tempat masyarakat Paris berjalan santai sembari mengamati satu sama lain, sebuah tradisi yang kini coba dihidupkan kembali oleh Dior dalam skala yang lebih intim di Jakarta.
Advertisement
Konsep ini bukan sekadar dekorasi semata, melainkan cara Dior menerjemahkan kembali suasana panggung Show Autumn Winter 2026-2027 ke dalam pengalaman yang bisa disentuh dan dijelajahi langsung oleh pengunjung, seolah dunia mode dan taman bersejarah itu melebur menjadi satu.
Nuansa Taman Tuileries di Jakarta
Begitu melangkah masuk, pengunjung diajak seolah berada di dalam ruang runway show itu sendiri. Sebuah jembatan kecil membentang di atas kolam yang dihiasi bunga water lily, mengingatkan pada Grand Bassin Octogonal yang dilintasi runway pertunjukan Dior musim ini, kolam berbentuk segi delapan yang menjadi ciri khas taman Tuileries yang sesungguhnya.
Di sekelilingnya, berdiri pepohonan tinggi yang menaungi ruang pop-up, hamparan bunga bergaya taman Prancis, serta struktur logam berwarna hijau yang menggemakan bentuk kursi taman khas Tuileries, tempat orang-orang biasa duduk sembari mengamati lalu lalang para pejalan kaki. Kursi-kursi ini sendiri sudah lama menjadi simbol taman tersebut, tempat warga Paris maupun wisatawan singgah sejenak untuk menikmati suasana sambil memperhatikan orang-orang yang lalu-lalang di sekitarnya.
Perpaduan antara elemen nyata dan imajinatif ini menciptakan suasana yang terasa seperti berada di dua dunia sekaligus, sepotong Paris yang dihadirkan lengkap dengan detail-detail kecilnya, jauh dari kesan pop-up store pada umumnya.
Pamerkan Koleksi Rancangan Jonathan Anderson
Di tengah taman yang menyatu antara nyata dan imajinatif ini, terpajang kreasi terbaru Jonathan Anderson untuk rumah mode tersebut. Beberapa tas ikonik seperti Lady Dior, Dior Promenade, dan Dior Toujours Hobo ditempatkan tersebar di sepanjang lanskap hijau, seolah menjadi bagian dari ekosistem taman itu sendiri, bukan sekadar dipajang di etalase kaca seperti pop-up store kebanyakan.
Detail floral yang menghiasi rangkaian produk ini turut menjadi penghormatan terhadap kecintaan Monsieur Dior pada alam, elemen yang selalu melekat dalam setiap koleksi rumah mode tersebut sejak awal berdiri lebih dari tujuh dekade lalu. Kecintaan pada bunga dan taman memang bukan hal baru bagi Christian Dior, yang kerap menjadikan alam sebagai sumber inspirasi utama dalam setiap rancangannya.
Sentuhan ini membuat setiap tas terasa punya cerita tersendiri, bukan hanya sekadar aksesori pelengkap penampilan semata, melainkan juga representasi dari filosofi rumah mode yang selalu menghubungkan mode dengan keindahan alam.
Motif Water Lily Jadi Koleksi Eksklusif
Sebagai pelengkap perjalanan menyusuri taman ini, tersedia pula koleksi eksklusif dengan motif Dior Water Lily yang menghiasi sejumlah piece timeless, termasuk Lady Dior dan Dior Book Tote. Motif bunga air yang mengambang di permukaan kolam Tuileries ini diabadikan pada setiap detail tas, menjadikannya layaknya objek koleksi tersendiri yang membawa jejak taman legendaris tersebut, bukan sekadar tas edisi terbatas biasa.
Kehadiran motif Water Lily pada dua siluet ikonik ini pun sekaligus menegaskan bagaimana Dior berusaha menghadirkan kembali detail kecil dari taman Tuileries yang sesungguhnya, mulai dari suasana hingga elemen visual yang menempel pada setiap produknya.
Pop-up ini bisa dikunjungi mulai 12 Agustus 2026 di Plaza Senayan, Jakarta, menghadirkan pengalaman menyusuri kembali Taman Tuileries sebagai teater kehidupan dan mode sekaligus. Melalui instalasi ini, Dior tak sekadar memindahkan sepotong Paris ke Jakarta, tapi juga mengajak pengunjung merasakan langsung bagaimana taman bersejarah itu terus menjadi ruang di mana seni, alam, dan mode saling bertaut dari masa ke masa, sebuah perjalanan singkat melintasi Tuileries tanpa perlu benar-benar terbang ke Paris.