Liputan6.com, Jakarta - Toyota dikenal sebagai salah satu produsen mobil yang memiliki reputasi kuat dalam hal keandalan dan daya tahan kendaraan. Namun, pencapaian seorang pengemudi asal Amerika Serikat ini tetap terbilang luar biasa.
Shane Somers, pengemudi layanan transportasi medis, berhasil menempuh jarak 100.000 mil atau sekitar 160.934 kilometer hanya dalam waktu delapan bulan menggunakan Toyota Prius LE 2026 miliknya. Menariknya, pencapaian tersebut juga sekaligus memecahkan rekor pribadinya dalam hal jarak tempuh kendaraan.
Advertisement
Mengutip Autoevolution, Rabu (26/8/2026), jarak tempuh tersebut berarti Shane rata-rata mengemudikan mobilnya sekitar 20.117 km per bulan atau 668 km setiap hari. Angka ini bahkan melampaui jarak tempuh harian yang lazim ditempuh armada taksi.
Lebih mengejutkan lagi, Toyota Prius hybrid tersebut tidak mengalami kerusakan mekanis berat selama digunakan dengan intensitas ekstrem. Berdasarkan wawancaranya dengan The Drive, komponen yang diganti karena mengalami keausan selama periode tersebut hanya sepasang wiper kaca depan.
Pencapaian Shane bukan semata-mata berkat reputasi Toyota Prius sebagai mobil yang tangguh. Ia juga menerapkan disiplin perawatan yang sangat ketat untuk menjaga kondisi kendaraan.
Selama delapan bulan, Toyota Prius miliknya telah menjalani 10 kali penggantian oli dan 13 kali rotasi ban. Selain itu, Shane melakukan tiga kali penggantian filter udara dan filter kabin, servis sistem inverter, serta penggantian cairan pendingin atau coolant.
Mobil tersebut juga sempat mengalami lima kali kebocoran ban. Setelah kejadian tersebut, Shane akhirnya mengganti satu set ban dengan yang baru.
Perawatan berkala seperti penggantian oli, pemeriksaan sistem pendingin, filter, hingga kondisi ban menjadi faktor penting ketika kendaraan digunakan dengan jarak tempuh yang jauh dalam waktu singkat.
Toyota Prius generasi terbaru yang digunakan Shane mengandalkan mesin bensin 2.0 liter 4-silinder yang dipadukan dengan motor listrik.
Sistem hybrid tersebut mampu menghasilkan tenaga gabungan hingga 194 hp, dengan torsi mencapai 188 Nm. Kombinasi mesin bensin dan motor listrik membuat Prius tidak hanya menawarkan efisiensi bahan bakar, tetapi juga respons yang cukup baik untuk kebutuhan mobilitas dengan intensitas tinggi.
Karakter tersebut menjadi salah satu alasan Prius cocok digunakan sebagai kendaraan operasional, termasuk untuk layanan transportasi medis yang membutuhkan kendaraan dengan tingkat keandalan tinggi.
Perjalanan 160.934 km dalam delapan bulan bukan rekor jarak tempuh pertama yang dicatat Shane. Sebelumnya, ia pernah menempuh sekitar 177.027 km dalam satu tahun menggunakan Toyota Land Cruiser.
Jika dibandingkan, pencapaian menggunakan Prius kali ini menunjukkan intensitas penggunaan yang jauh lebih tinggi dalam periode yang lebih singkat.
Jadi Ajang Pembuktian
Rekor tersebut sekaligus menjadi gambaran mengenai bagaimana kendaraan hybrid modern dapat digunakan untuk aktivitas dengan jarak tempuh ekstrem selama pemiliknya konsisten melakukan perawatan sesuai kebutuhan.
Di pasar global, Toyota Prius hybrid dipasarkan dengan harga mulai USD 28.550 atau sekitar Rp 445 juta jika dikonversikan ke rupiah.
Sementara itu, versi Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) memiliki harga awal sekitar USD 33.775, yang setara dengan kurang lebih Rp 527 juta.
Harga tersebut tentunya dapat berbeda tergantung pasar, spesifikasi, pajak, serta berbagai biaya tambahan di masing-masing negara.
Kisah Shane Somers dan Toyota Prius 2026 memberikan pelajaran menarik bagi pemilik kendaraan. Jarak tempuh tinggi tidak selalu identik dengan kerusakan berat apabila kendaraan mendapatkan perawatan yang tepat dan dilakukan secara disiplin.
Menempuh 160.934 km hanya dalam delapan bulan tentu bukan penggunaan normal bagi sebuah mobil. Namun, Prius milik Shane mampu melewati periode tersebut tanpa kerusakan mekanis besar.
Pada akhirnya, ketahanan sebuah kendaraan bukan hanya ditentukan oleh merek atau teknologi yang digunakan.
Perawatan rutin, pemeriksaan berkala, dan kedisiplinan pemilik menjadi investasi penting untuk menjaga performa serta memperpanjang usia kendaraan, sejauh apa pun roda terus menggelinding.