Kondisi IKN di Antara Kemarau dan Meningkatnya Hotspot

Salah satu titik panas yang terdeteksi adalah di kawasan taman hutan raya bukit Soeharto.

oleh Yacob BillioctaDiterbitkan 23 Agustus 2026, 10:06 WIB
Progres pembangunan IKN

Liputan6.com, Jakarta - Kebakaran maupun titik panas terdeteksi di sejumlah wilayah di Kalimantan Timur. Kondisi Ibu Kota Nusantara (IKN) pun menjadi perhatian. Salah satu titik panas yang terdeteksi adalah di kawasan taman hutan raya bukit Soeharto.

"Memang kita ketahui ada El Nino sehingga ada peningkatan hotspot dan titik titik kebakaran yang terjadi. Sejauh ini kami mengamati upaya cepat dilakukan pemadaman," kata Deputi Lingkungan Hidup dan SDA Otorita IKN Myrna Asnawati Safitri. Dikutip dari Antara, Minggu (23/8/2026).

Selain itu sebagai solusi mengatasi musim kemarau, sebanyak 800 kilogram garam disemai di sejumlah titik yang memiliki potensi pertumbuhan awan untuk memicu hujan di kawasan utara IKN.

Staf Khusus Kepala Otorita IKN Bidang Manajemen dan Strategi Konstruksi Danis Hidayat Sumadilaga mengatakan, penyemaian dilakukan pada area sekitar 20–30 mil di utara IKN, termasuk di atas Daerah Aliran Sungai (DAS) Tengin dan DAS Sepaku yang menjadi sumber cadangan air bagi kawasan tersebut.

"Operasi hari pertama difokuskan untuk memicu hujan di titik-titik yang memasok air ke embung dan intake. Tujuannya agar volume cadangan air bisa kembali naik," ujar Danis.

Dia menambahkan bahwa operasi akan berlanjut pada Minggu (23/8/2026) dengan menyesuaikan perkembangan awan dan kondisi atmosfer harian.

 

Sementara itu, Komandan Lanud Dhomber Kolonel Pnb I Gusti Ngurah Sorga Laksana menjelaskan operasi ini dijadwalkan berlangsung pada 22–27 Agustus 2026.

Pesawat Casa 212 A-2105 milik TNI AU telah terbang dari Base Ops Lanud Dhomber sekitar pukul 16.00 Wita untuk membawa bahan semai berupa garam NaCl.

Pesawat produksi PT Dirgantara Indonesia tersebut diterbangkan oleh Kapten Pnb Tsalis Fahmi bersama kru Skadron 21 Lanud Abdurachman Saleh.

Armada ini memiliki kemampuan terbang hingga empat jam dan kapasitas angkut bahan semai hingga 800 kilogram.

Berdasarkan data BMKG Balikpapan, pertumbuhan awan potensial pada musim kemarau saat ini sangat terbatas, sehingga operasi perlu dilakukan lebih dini untuk memanfaatkan awan yang tersedia.

Pemantauan atmosfer juga dilakukan secara berkala untuk menentukan titik penyemaian yang paling optimal menghasilkan hujan.

Selain OMC, Otorita IKN tengah menyiapkan langkah strategis lain demi menjaga ketersediaan air bersih, termasuk mengupayakan interkoneksi Bendungan Sepaku Semoi dan Intake Sepaku untuk menyeimbangkan volume air dalam menghadapi kondisi cuaca kering.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya