Waspada, Lava Pijar Gunung Karangetang Terus Meluncur hingga 1 Km

Jarak luncur guguran lava dari Kawah Dua atau Kawah Utara dilaporkan semakin jauh hingga mencapai sejumlah titik.

oleh yoseph ikanubunDiterbitkan 22 Agustus 2026, 19:56 WIB
Gunung Karangetang

Liputan6.com, Jakarta - Aktivitas Gunung Karangetang di Pulau Siau, Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara, masih menunjukkan peningkatan setelah mengalami letusan efusif pada 9 Agustus 2026.

Lebih dari sepekan setelah erupsi, jarak luncur guguran lava dari Kawah Dua atau Kawah Utara dilaporkan semakin jauh hingga mencapai sejumlah titik.

Ketua Pos Pengamatan Gunung Api Karangetang, Yudia P Tatipang, mengatakan leleran lava pijar kini memenuhi cekungan di bagian atas gunung dan berpotensi terus mengalir ke area yang lebih rendah.

“Jarak luncur terjauh guguran lava saat ini sekitar 1.000 meter. Guguran lava masih terus terjadi, kadang ramai, kadang sepi,” kata Yudia di Manado, Jumat (21/8/2026).

Berdasarkan pengamatan visual terbaru, guguran lava pijar bergerak ke sektor selatan dan barat. Ke arah barat, luncuran lava mencapai 700 hingga 1.000 meter.

Sementara ke arah selatan, guguran mencapai sekitar 700 meter sebelum menabrak dinding kawah utama dan berbelok ke arah barat sejauh 400 hingga 500 meter.

Asap kawah utara teramati berwarna putih tebal dengan ketinggian mencapai 10 hingga 20 meter.

 

Gunung Karangetang Berstatus Waspada

Meski jarak terjauh luncuran lava masih berada jauh dari permukiman warga yang masuk dalam Kawasan Rawan Bencana (KRB), masyarakat tetap diimbau tidak lengah.

“Paling penting adalah tetap mematuhi radius bahaya yang telah direkomendasikan agar terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan,” tegas Yudia.

Saat ini, status Gunung Karangetang masih berada pada Level II (Waspada). Petugas mengingatkan warga, pendaki, dan wisatawan untuk tidak beraktivitas dalam zona bahaya radius 1,5 kilometer dari Kawah Utara dan Kawah Selatan.

Selain itu, wilayah sektoral ke arah utara-barat dan barat daya juga disterilkan hingga radius 2,5 kilometer.

Dari sisi kegempaan, Pos Pengamatan Gunung Api Karangetang mencatat 52 kali gempa embusan, 20 kali gempa tremor nonharmonik, 17 kali gempa tremor harmonik, dan tiga kali gempa guguran selama periode pengamatan.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya