Lagu Baru Kotak Terinspirasi dari Anak Chua, Jadi 'Doping' buat yang Terbelenggu Rasa Takut

Chua Kotak mengungkapkan pengalaman yang menjadi latar belakang penulisan lirik “YOLO”.

oleh M Altaf JauharDiterbitkan 22 Agustus 2026, 17:38 WIB
Kotak. (M Altaf Jauhar/ Liputan6.com)

Liputan6.com, Jakarta - Kotak menghadirkan lagu terbaru berjudul “YOLO” dengan pesan personal yang berkaitan dengan keberanian menjadi diri sendiri. Lagu itu terinspirasi dari pengalaman yang dialami Chua dan buah hatinya.

Gitaris Kotak, Cella, menjelaskan bahwa ia lebih dulu yang menggarap musik untuk lagu tersebut sebelum menyerahkan proses penulisan lirik kepada rekan-rekannya. Menurutnya, Chua memiliki pengalaman yang relevan dengan pesan yang ingin disampaikan melalui lagu tersebut.

“Aku cocok-cocokin, cocoknya lagu ini dibawa ke energi Kotak yang sekarang. Saya eksekusi bulan puasa kemarin. Saya eksekusi rekaman semua total habis, lalu saya kirim materinya ke mereka yang bikin lirik. Kebetulan Chua yang bikin lirik,” kata Cella di Kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Jumat (21/8/2026).

Chua kemudian mengungkapkan pengalaman yang menjadi latar belakang penulisan lirik “YOLO”. Ia menceritakan sang buah hati sempat mengalami tekanan akibat kekerasan verbal yang membuatnya merasa tidak percaya diri.

“kebetulan memang di lagu ini aku berkesempatan untuk menulis lirik karena tadi background anakku itu. Anak aku yang sempat mengalami kekerasan verbal, dia merasa terkurung, dia merasa nggak percaya kalau dirinya itu nggak pantas buat dunia ini atau dunianya itu nggak bagus,” ungkap Chua.

 


Penyelamat untuk yang Sedang Takut dan Minder

Kotak. (M Altaf Jauhar/ Liputan6.com)

Dari pengalaman tersebut, Chua ingin “YOLO” menjadi penyemangat bagi orang-orang yang sedang menghadapi rasa takut dan minder. Ia berharap lagu tersebut dapat membantu pendengar berani mengekspresikan dirinya.

“Jadi lagu ini sebagai doping dari Mama Chua, dari Bunda Tantri, dari Pakde Cella. Ayo kita sama-sama. Dan ternyata banyak sekali teman-teman yang merasakan hal yang sama, yang terbelenggu karena rasa takut yang berlebihan, jadi dia tidak bisa mengekspresikan dirinya sendiri,” jelas Chua.

Tantri menjelaskan istilah “YOLO” yang merupakan singkatan dari You Only Live Once, ingin mereka maknai secara lebih positif. Pesan lagu tersebut untuk mengajak berkembang tanpa kehilangan jati diri.

“Tapi memang di sini kita pengen meluruskan juga, jangan mentang-mentang You Only Live Once jadi seenaknya gitu. Maksudnya ini kita lebih menjurus lagi, You Only Live Once, lo jadi diri lo, lo berkembang tanpa harus jadi beban seperti orang lain, jadi diri sendiri, sikat!” tutur Tantri.

Lanjut Baca:

Seiring bertambahnya usia, Kotak juga berusaha membuat materi yang tetap dekat dengan kehidupan pendengarnya. Tantri menyadari banyak penggemar mereka tumbuh bersama perjalanan band selama lebih dari dua dekade. “Akhirnya pelajaran yang kita ambil dari album terakhir kita, ya udah deh sekarang yang next-nya, yang sekarang mandiri ini sebisa mungkin circle kita serelate mungkin sama usia kita. Karena kita tahu pendengar kita itu bertumbuh bersama-sama, besarnya sama kita,” papar Tantri. Mengenai penggunaan bahasa Indonesia dan Inggris dalam lirik, Chua mengatakan proses tersebut berlangsung secara alami. Mereka lebih banyak menyesuaikan kata-kata dengan melodi dan intonasi yang terasa paling pas. “Dan untuk lirik sebenarnya pas musik jadi kan kita bertiga nih sempat di kamar hotel itu bikin nada pakai bahasa alien kan, workshop. Biasanya dengan notasi yang, ‘Kok ini udah cocoknya ke sini ya?’ Pas bikin, ‘Kok lebih nyampenya ke sini,’ lebih ke situ sih sebenarnya, Mas,” cerita Chua.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya