Gempa Magnitudo 5,7 Kembali Guncang NTT

Aktivitas gempa susulan setelah gempa magnitudo 7,7 di Flores diperkirakan masih berlangsung

oleh Raynaldo Ghiffari LubabahDiterbitkan 20 Agustus 2026, 00:37 WIB
Seorang pria berjalan melewati bangunan yang runtuh akibat gempa di Reo, provinsi Nusa Tenggara Timur, Indonesia, Senin, 17 Agustus 2026. (AP Photo/Firdia Lisnawati)

Liputan6.com, Jakarta - Gempa magnitudo 5,7 kembali mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Rabu (19/8/2026) malam. Gempa terjadi pukul 23.17 WIB di wilayah Ruteng, Kabupaten Manggarai, dengan kedalaman 10 kilometer dan tidak berpotensi tsunami.

Guncangan gempa dirasakan di Kabupaten Manggarai, Manggarai Barat, Nagekeo, hingga Sumba Timur dengan intensitas maksimum III-IV MMI.

Aktivitas gempa susulan dengan magnitudo 2 hingga 4 juga masih terjadi di wilayah tersebut. BMKG menyebut aktivitas kegempaan di zona tektonik Flores Back-Arc masih memerlukan kewaspadaan masyarakat di Pulau Flores dan sekitarnya.

Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani mengatakan, aktivitas gempa susulan setelah gempa magnitudo 7,7 di Flores diperkirakan masih berlangsung selama tiga hingga empat minggu sebelum berangsur mereda.

“Karena ini gempanya cukup besar, 7,7 magnitudo, jadi peluruhannya memerlukan waktu kurang lebih tiga sampai empat minggu ke depan,” kata Faisal di Jakarta, Rabu (19/8/2026).

 

Gempa Susulan ke 3.055

Hingga Rabu pukul 17.00 WIB, BMKG mencatat sebanyak 3.055 gempa susulan. Gempa susulan terbesar tercatat bermagnitudo 6,2, sedangkan yang terkecil bermagnitudo 1,1. Sebanyak 88 gempa di antaranya dirasakan masyarakat.

“Jumlah gempa susulan sampai dengan jam 5 sore hari ini, 19 Agustus 2026, adalah sejumlah 3.055 gempa susulan,” ujar Faisal.

BMKG terus memantau aktivitas kegempaan secara waktu nyata dan menyampaikan informasi kepada masyarakat di wilayah terdampak serta lokasi pengungsian.

BMKG juga mengimbau warga tidak menempati rumah atau bangunan yang mengalami retakan struktural atau dinyatakan tidak aman. Hal itu untuk menghindari risiko bangunan roboh akibat gempa susulan.

Masyarakat juga diminta tetap tenang dan tidak terpengaruh isu maupun hoaks kebencanaan yang tidak jelas sumbernya. Informasi terbaru mengenai aktivitas gempa dapat dipantau melalui aplikasi dan kanal komunikasi resmi BMKG.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya