Liputan6.com, Jakarta - Harga saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) atau saham BYAN bergerak melemah pada penutupan perdagangan saham Rabu, (19/8/2026) setelah menguat signifikan kemarin.
Mengutip data RTI, harga saham BYAN turun 9,41% menjadi Rp 15.650 per saham. Saham BYAN dibuka anjlok 2.575 poin menjadi Rp 14.700. Pada perdagangan saham hari ini, saham BYAN sempat menguat ke level tertinggi di Rp 18.650. Namun, saham BYAN juga sempat sentuh level terendah Rp 14.700 per saham. Total frekuensi perdagangan saham 6.813 kali dengan volume perdagangan saham 42.833 saham. Nilai transaksi harian Rp 69,6 miliar.
Advertisement
Pada perdagangan kemarin, saham BYAN ditutup melonjak 19,97% menjadi Rp 17.725 per saham. Harga saham BYAN dibuka menguat menjadi Rp 15.500 per saham dari sebelumnya Rp 14.400 per saham. Harga saham BYAN berada di level tertinggi Rp 17.275 dan terendah Rp 15.500 per saham. Total frekuensi perdagangan 8.041 kali dengan volume perdagangan saham 72.245 saham. Nilai transaksi harian saham Rp 123 miliar.
Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan saham hari ini turun turun 0,86% ke 6.394,12. Indeks saham LQ45 tergelincir 0,56% menjadi 627,46. Sebagian besar indeks saham acuan tertekan.
Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menuturkan, IHSG ditutup melemah 0,86% dan disertai dengan munculnya tekanan jual, pergerakannya pun sudah menutup area gap yang terbentuk kemarin.
"Pergerakan IHSG masih cenderung inline dengan analisis yang kami rilis tadi pagi dan juga sejalan dengan pergerakan bursa global dan mayoritas bursa Asia. Kami perkirakan, koreksi IHSG ini terjadi di tengah keputusan BI yang mempertahankan suku bunga acuannya di 5,75%,” ujar dia saat dihubungi Liputan6.com.
Ia menuturkan, sentimen IHSG juga dipengaruhi penguatan nilai mata uang rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). “Investor juga masih mencermati akan perkembangan Timur Tengah yang kembali memanas dan membuat harga minyak dunia menguat,” kata dia.
Sektor Saham
Pada perdagangan saham Rabu pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 6.490,91 dan level terendah 6.373,81. Sebanyak 363 saham melemah sehingga bebani IHSG. 238 saham menguat dan 188 saham diam di tempat. Total frekuensi perdagangan saham 2.202.048 kali dengan volume perdagangan saham 36 miliar saham. Nilai transaksi harian saham masih di bawah Rp 15 triliun. Transaksi harian saham hanya Rp 14,3 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 17.837.
Koreksi IHSG ini terjadi di tengah mayoritas sektor saham tertekan kecuali sektor saham properti naik 0,39% dan sektor saham infrastruktur menguat 0,43%. Sektor saham basic turun 1,21%, dan catat koreksi terbesar. Sektor saham consumer siklikal tergelincir 1,05% dan sektor saham consumer nonsiklikal susut 0,96%.
Lalu sektor saham energi merosot 0,71%, sektor saham industri merosot 0,79%. Selain itu, sektor saham kesehatan terpangkas 0,76%, sektor saham keuangan terperosok 0,52%, sektor saham teknologi melemah 0,62% dan sektor saham transportasi terpangkas 0,20%.