Kemenkes: Stok Obat Korban Gempa NTT Aman untuk 5 Hari

Kemenkes juga menyiagakan tim kedaruratan di titik-titik krusial di tujuh kabupaten terdampak gempa bermagnitudo 7,7.

oleh Dimas Ramadhan WicaksanaDiterbitkan 19 Agustus 2026, 20:04 WIB
Warga beristirahat di bawah tenda di sebuah lapangan terbuka di Mbay, Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, Senin, 17 Agustus 2026, (AFP/ Juni Kriswanto)

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memastikan ketersediaan obat-obatan bagi warga terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) masih aman setidaknya hingga lima hari ke depan.

Ketua Satgas Bencana Kemenkes Sumarjaya menyampaikan pemenuhan logistik medis bagi korban menjadi prioritas pemerintah.

Kemenkes juga menyiagakan tim kedaruratan di titik-titik krusial di tujuh kabupaten terdampak gempa bermagnitudo 7,7.

"Dapat kami laporkan pada saat ini 5 hari ke depan semua obat masih terjamin dan kami siap memobilisasi dari pusat kebutuhan-kebutuhan obat yang untuk di daerah terdampak di tujuh kabupaten tersebut," ujar Sumarjaya dalam konferensi pers secara daring pada Rabu (19/8/2026).

Sumarjaya menjelaskan Kemenkes telah membentuk klaster kesehatan di setiap kabupaten/kota serta mengaktifkan Health Emergency Operation Center (HEOC). Total ada delapan klaster yang dibentuk untuk penanganan korban gempa.

HEOC dipimpin langsung oleh kepala dinas kesehatan kabupaten/kota setempat untuk mengoordinasikan bantuan relawan dan organisasi profesi.

Kepala HEOC juga bertanggung jawab terhadap layanan kesehatan di daerah terdampak serta pengiriman bantuan obat-obatan.

 

2 Rumah Sakit Lapangan untuk Operasi

Selain itu, Sumarjaya menerangkan Kemenkes memperkuat operasional dua rumah sakit lapangan yang disiapkan untuk menangani korban, yakni Rumah Sakit Ruteng dan Rumah Sakit Aeramo di Nagekeo.

Penguatan operasional tersebut memungkinkan rumah sakit lapangan melakukan tindakan medis darurat, termasuk operasi.

"Jadi kita sudah mendirikan rumah sakit lapangan dan hari ini telah melakukan operasi di tenda di rumah sakit lapangan," katanya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terbaru

    Berita Terkini Selengkapnya