Profil Sefas Group, dari Distributor Pelumas hingga Akuisisi SPBU Shell

Sefas Group sepakat mengakuisisi 100 persen bisnis SPBU Shell Indonesia. Perusahaan ini berdiri sejak 1997 dan memiliki lebih dari 20 kantor.

oleh Arthur GideonDiterbitkan 19 Agustus 2026, 16:53 WIB
Petugas SPBU Shell mengisi bahan bakar mobil di kawasan bisnis Soewarna, Bandara Soetta, Tangerang, Banten, Kamis (19/4). Shell menambah SPBU di kawasan Bandara Soetta untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar berkualitas.(Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Nama Sefas Group tengah menjadi perhatian setelah perusahaan asal Indonesia tersebut mencapai kesepakatan untuk mengakuisisi 100 persen bisnis stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) Shell di Indonesia.

Kesepakatan ini menjadi langkah besar bagi Sefas Group yang selama ini dikenal sebagai distributor pelumas Shell di Indonesia. Proses akuisisi tersebut tetap tunduk pada persetujuan regulator dan persyaratan umum lainnya.

Namun, perjalanan Sefas Group di Indonesia bukanlah sesuatu yang baru. Perusahaan ini telah berdiri sejak 1997 dan mengembangkan bisnisnya selama hampir tiga dekade.

Melansir laman resmi perusahaan, Rabu (19/8/2026), Sefas Group bermula dari PT Sefas Pelindotama, yang didirikan oleh dua pengusaha asal Indonesia, Herman Soegeng dan Ricky Roesly.

Sejak awal berdiri, Sefas Pelindotama bergerak sebagai distributor resmi pelumas Shell Indonesia. Perusahaan berfokus melayani kebutuhan sektor pertambangan dan berbagai industri terkait.

Bisnis tersebut kemudian berkembang dari Kota Balikpapan ke berbagai kawasan industri dan pertambangan di Kalimantan.

Untuk mendukung kegiatan operasional, Sefas Pelindotama membangun jaringan gudang dan kantor cabang di sejumlah wilayah. Jaringan tersebut mencakup Balikpapan, Banjarmasin, Samarinda, Berau, dan Tarakan.

Perusahaan juga memiliki gudang pendukung di Surabaya serta kantor pusat di Jakarta.

 

Arti Nama Sefas

Nama Sefas memiliki filosofi tersendiri. Berasal dari bahasa Yunani, kata "cephas" berarti "batu".

Filosofi tersebut menjadi salah satu landasan perusahaan dalam menjalankan bisnis. Sefas menyatakan dirinya dibangun di atas nilai-nilai etika yang kuat dan diterapkan dalam sistem manajemen maupun kegiatan operasional sehari-hari.

Sejak didirikan pada 1997, Sefas menyebut dirinya sebagai perintis di bidang yang digelutinya.

Melalui pengembangan dan pertumbuhan yang berkelanjutan, perusahaan berkomitmen untuk terus menciptakan kemajuan sekaligus memberikan kontribusi ekonomi dan sosial bagi komunitas lokal serta bangsa Indonesia.

 

Jaringan SEFAS Terus Berkembang

Dalam perkembangannya, Sefas tidak hanya mengandalkan bisnis distribusi pelumas. Perusahaan juga terus memperluas jaringan layanan dan distribusi untuk menjangkau pelanggan serta mitra di berbagai daerah.

Saat ini, Sefas didukung lebih dari 20 kantor dan gudang yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.

Jaringan tersebut menjadi salah satu modal perusahaan dalam menyediakan layanan distribusi sekaligus solusi bagi pelanggan dan mitra.

Sefas menyatakan akan terus memperluas jaringan layanan distribusi yang dapat diandalkan. Perusahaan juga berkomitmen memberikan nilai tambah kepada pelanggan dan mitra.

Dengan perkembangan tersebut, portofolio pelanggan Sefas kini mencakup berbagai sektor industri, mulai dari pertambangan hingga konstruksi dan alat berat.

Perusahaan tidak hanya menyediakan produk, tetapi juga menawarkan rangkaian layanan yang disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan.

Pengalaman panjang tersebut menjadi salah satu modal Sefas ketika memperluas bisnisnya ke sektor ritel energi.

 

Akuisisi Bisnis SPBU Shell

SPBU Shell Modular komersial pertama di Indonesia, terletak di Jombang, Jawa Timur. (Dok Shell)

Sefas Group sepakat untuk mengakuisisi 100 persen bisnis SPBU Shell di Indonesia. Langkah ini menjadi bagian dari ekspansi perusahaan ke sektor ritel energi.

CEO Sefas Group, Ricky Roesli mengatakan, langkah tersebut merupakan kelanjutan dari hubungan bisnis yang telah terjalin lama antara Sefas dan Shell.

“Sebagai distributor pelumas Shell terbesar di Indonesia, Sefas bangga dapat mengambil langkah bisnis berikutnya, dan mendukung pertumbuhan masa depan sektor ritel energi Indonesia,” ujar Ricky Roesli dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (19/8/2026).

Menurut Ricky, kepemilikan lokal menjadi landasan penting untuk mengembangkan bisnis tersebut ke depan.

"Ambisi kami adalah membangun salah satu bisnis ritel energi yang paling tepercaya dan berkelanjutan di Indonesia, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi negara serta kebutuhan energi yang terus berkembang,” jelas dia.

Akuisisi tersebut masih harus melalui proses sesuai ketentuan yang berlaku, termasuk persetujuan regulator.

Penyelesaian transaksi diperkirakan berlangsung pada tahun ini.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya